Share

Canggih! Proses Kerja Pembangkit Listrik Ini Mirip dengan Mesin Mobil

Vania Halim, Okezone · Selasa 18 Februari 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 320 2170307 canggih-proses-kerja-pembangkit-listrik-ini-mirip-dengan-mesin-mobil-OO8oBXfFzm.jpg Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)

JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap (PLTMGU) di Lombok Peaker menjadi pembangkit Combined Cycle pertama di Indonesia yang menggunakan gas engine untuk proses pembakarannya.

Berlokasi di Tanjung Karang, Mataram, pembangkit tersebut memiliki kapasitas 136 mega watt (MW). Ditargetkan pembangkit tersebut bisa mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.

PLTMGU Peaker dapat menghasilkan listrik secara cepat saat beban puncak. Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk membangkitkan beban maksimum relatif cepat dan menggunakan sistem komputerisasi.

Baca Juga: RI Punya Pembangkit Ramah Lingkungan Pertama di Lombok

Adapun detail proses kerja PLTMGU Peaker, pembangkit listrik ini tidak menggunakan batubara, namun memanfaatkan uap panas hasil dari gas engine. Proses kerja pembangkit ini mirip dengan mesin yang digunakan pada sepeda motor atau mobil, yaitu jenis mesin pembakaran dalam (spark ignition combustion). Perbedaannya adalah pada gas engine tidak memerlukan proses pengabutan karena bahan bakar yang digunakan sudah berbentuk gas.

Selanjutnya, energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di gas engine (PLTMG) digunakan untuk menghasilkan uap yang digunakan sebagai fluida kerja pada turbin (PLTU), dengan cara memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Generator). Uap jenuh kering dari hasil HRSG inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling baling) yang selanjutnya menggerakkan turbin, generator dan akhirnya menjadi energi listrik.

Baca Juga: Pecahkan Rekor ASEAN, UEA Bakal Investasi Rp1,8 Triliun di PLTS Terapung Cirata

"Kolaborasi dari 2 sistem proses pembakaran PLTMG dan PLTU ini yang menghasilkan siklus gabungan yang dikenal dengan istilah "Combined Cycle" agar lebih efisien," ungkap Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Yuyun Mimbar Saputra, dalam keterangannya, Selasa (18/2/2020).

Di samping itu, PLTMGU Lombok Peaker juga merupakan pembangkit yang ramah lingkungan. Gas buang sisa pembakaran yang keluar dari cerobong, dipantau khusus secara online dengan menggunakan peralatan CEMS (Continuous Emission Monitoring System). Dengan sistem ini, maka emisi gas buang seperti SO2, NO2, total partikulat dan kepekatan dapat dipantau secara berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan bahwa emisi yang dihasilkan masih dalam ambang batas standar yang telah ditetapkan.

Sistem pertukaran panas atau yang lebih dikenal dengan heat exchanger pada PLTMG Lombok Peaker ini pun juga menggunakan media air laut yang diolah terlebih dahulu dan bersirkulasi dalam siklus tertutup.

"Jadi, secara otomatis tidak ada kebisingan yang ditimbulkan oleh radiator yang berfungsi sebagai sistem pendingin dari PLTMG tersebut," tambah Yuyun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

PLTMGU Lombok Peaker sendiri terdiri dari 13 unit pembangkit gas engine yang terbagi menjadi 2 blok. Masing masing unit memiliki kapasitas 9.76 MW. Sehingga total daya yang dihasilkan sebesar 126.88 MW. Selanjutnya, 10 MW diperoleh dari pemanfaatan uap panas yang diolah oleh system PLTU.

"Jadi PLTU di sini tidak menggunakan batubara, namun memanfaatkan uap panas hasil dari gas engine," tutur General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Yuyun Mimbar Saputra.

Pemerintah berharap, PLTMGU Lombok Peaker ini diharapkan juga bisa mendukung tumbuhnya pariwisata seperti Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini