Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarik Utang Rp68,2 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 19 Februari 2020 |20:42 WIB
Tarik Utang Rp68,2 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)
A
A
A

Artinya pemerintah belum melakukan penarikan pinjaman baik dalam maupun luar negeri. Serta juga tidak ada pinjaman dalam negeri yang jatuh tempo.

Penerbitan surat utang negara yang dilakukan awal tahun lebih pada penerapan strategi oportunistik di mana pada awal tahun penerbitan SBN cukup menguntungkan. Sebab, pemerintah dapat memperoleh dana dengan biaya minimal dan yield rendah.

"Perkembangan SBN setelah korona. Dalam hal ini yield SBN Kita masih stabil. Terbukti kemarin melkukan lelang dan masuk bidingnya 5 kali lipat. Itu menggambarkan SBN menjadi SBN dianggap safe haven," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement