nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Bicara Investasi Rp1.600 Trilun yang Tak Diurus

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 17:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 20 320 2171623 jokowi-bicara-investasi-rp1-600-trilun-yang-tak-diurus-mQ5C26GSKE.jpg Jokowi Soal Investasi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa nilai investasi yang ingin masuk ke Indonesia tapi berhenti di depan pintu sebesar Rp708 triliun, sehingga perlu percepatan proses di dalam negeri.

”Sebetulnya kita enggak perlu promosi-promosi ke mancanegara, enggak perlu. Yang di dalam saja selesaikan, Rp708 triliun itu selesaikan. Kemudian yang minat. Yang minat, yang sudah masuk menyatakan minat itu Rp1.600 triliun,” ujar Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Negara Dunia Berebut Arus Modal Masuk

Angka Rp1.600, menurut Presiden, itu besar sekali karena hampir mendekati APBN namun belum pernah diurus secara riil. Ia memberikan contoh tentang perusahaan Lotte yang ingin investasi di Banten namun sudah terhambat hampir 4 tahun karena urusan pembebasan lahan.

”Oleh sebab itu, saya minta pada seluruh kepala daerah, kepada Kepala Dinas PTSP semuanya layani mereka. Kalau ada persoalan, bantu untuk menyelesaikan karena ini akan membuka lapangan pekerjaan/lapangan kerja yang besar sekali,” kata Presiden.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Ada Investasi Rp708 Triliun Berhenti di Depan Pintu

Dengan investasi Rp708 triliun ini muncul, menurut Presiden, maka akan mendirikan pabrik, industri manufaktur, dan membuka lapangan kerja yang besar sekali yang perlu diingat Indonesia masih memiliki 7 juta masyarakat menganggur. Kepala Negara memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada baik di Provinsi Banten maupun Jawa Tengah.

”Kalau Rp708 triliun ini bisa dirampungkan menjadi realisasi, Rp1.600 triliun ini bisa diselesaikan sehingga terjadi realisasi. Enggak usah kita marketing keluar, enggak usah marketing-marketingan, apa. Mereka akan dengar bahwa negara ini melayani investor, baik yang kecil maupun yang besar,” tambahnya.

Menurut Kepala Negara, investor ada yang kecil maupun besar sehingga bukan asing saja. ”Usaha-usaha kecil itu juga investor, layani mereka. Mungkin mereka hanya punya karyawan 2, itu juga investor. Atau usaha yang berada di posisi tengah, punya karyawan 100 atau 300-an itu juga investasi, itu juga investor. Hanya skalanya menengah. Layani mereka dengan baik,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini