Kembalinya Kehidupan Industri Garmen di Baltimore

Jum'at 21 Februari 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2172069 kembalinya-kehidupan-industri-garmen-di-baltimore-2iJ44ttrrE.jpg Baltimore (VoA)

BALTIMORE - Pelabuhan dan pabrik gula hingga kini menjadi trademark kota Baltimore. Kota Baltimore sendiri merupakan kota industri dan ekonomi terbesar di negara bagian Maryland dan pusat ekonomi penting di Amerika Serikat.

Industri garmen pada awal abad ke 19 juga mempopulerkan Baltimore sebagai salah satu pusat garmen terbesar di Amerika, seperti dituturkan Anita Kassof, direktur Musium Industri Baltimore (BMI).

 Baca juga: Banjir Produk Impor hingga Upah Jadi Penyebab Pabrik Tekstil Tutup

“Pada puncaknya, Baltimore merupakan pembuat pakaian laki-laki terbesar kelima di Amerika, kami condong lebih pada pakaian sehari-hari dari pada gaun yang mahal, tapi kami punya pangsa pasar pakaian laki-laki yang baik,” jelasnya mengutip VoA, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Namun sejalan waktu, industri ini memudar pada awal abad ke-20. Masa jaya industri garmen Baltimore, diabadikan di museum industri Baltimore yang terlibat dalam upaya menghidupkan kembali industri ini.

 Baca juga: Tingkatkan Ekspor Tekstil, Presiden Jokowi Siapkan Apparel Park

"Musium ini tidak hanya mengenai masa lalu, tapi juga masa kini dan masa depan, jadi kami sangat bangga memberi platform untuk membangkitkan kembali industri ini," imbuh Anita Kassof.

Musium ini memfasilitasi diskusi dan upaya untuk menghidupkan kembali industri garmen serta memberi peluang bagi pengusaha dan designer muda Baltimore.

Salah seorang di antaranya adalah designer Amerika keturunan Indonesia, Stacy Stube. “Saya lahir di Indonesia, tapi waktu umur tiga tahun pindah ke Amerika”," ujarnya.

 Baca juga: Tingkatkan Ekspor Tekstil, Presiden Jokowi Siapkan Apparel Park

Designer busana lulusa Amerika dan London ini membawa kebaya dalam misi pribadinya ke kota Baltimore. “Saya senang melihat kebaya karena menampilkan feminimity, tidak kelihatan kayak cowok, untuk kelihatan strong, bisa menunjukkan sophistication dari baju,” jelasnya.

Stacy turut menghidupkan kembali industri garmen bersama perancang dan inovator muda lainnya, Nicole Samadoruv.

 Baca juga: Aturan Safeguard Industri Tekstil Ditargetkan Terbit Pekan Depan

“Belvidere Terrace Atelier adalah perusahaan design dan pengembangan saya, saya menerima pengusaha kecil dan membantu mereka dari konsep awal hingga proses pengembangan, sampai produksi akhir, di manamereka bisa membawa sampel akhir pakaian, pola dan teknologinya ke pabrik yang akan memproduksinya,” kata Nicole.

Upaya para perancang muda kota ini tidak luput dari pengamatan pakar busana. Sally Di Marco, keturunan Italia yang memiliki latar belakang kuat pada industri garmen Baltimore telah puluhan tahun mengajar fashion di Baltimore.

 Baca juga: Ini Cara Kemenperin Tingkatkan Industri Tekstil

“Saya tidak melihat kemungkinan banyak pabrik tiba-tiba bermunculan atau berkembang di sini tapi saya menyaksikan perancang muda mulai menanam benih di sini, menciptakan usaha kecil bagi mereka,” jelas Sally.

Meskipun dimulai dari skala kecil, kota Baltimore berharap dapat mengembalikan industri garmen. Semangat dan kegigihan warga adalah pilar dan testimony bagi kesuksesan perjalanan industri, termasuk di kota Baltimore.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini