nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Sri Mulyani soal Menariknya Ekonomi Saudi Arabia

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 18:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 22 20 2172638 cerita-sri-mulyani-soal-menariknya-ekonomi-saudi-arabia-IR1vazk8M6.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri pertemuan ekonomi kelompok G20 di Saudi Arabia. Dirinya pun bercerita mengenai Saudi Arabia yang memiliki profil ekonomi dan fiskal yang menarik untuk dipelajari.

Sri Mulyani menyatakan populasi 33.4 juta, saat ini negara Saudi menjalankan Vision 2030 yaitu Progran reformasi di bidang sosial ekonomi, termasuk peranan perempuan yang semakin ditingkatkan.

 Baca juga: Pimpin Kemenkeu, Sri Mulyani: Godaan Datang Setiap Hari

Menkeu menambahkan perekonomian Saudi Arabia didominasi oleh minyak, sehingga kinerja ekonomi sangat dipengaruhi oleh naik turunnya harga dan produksi minyak. Maka upaya untuk diversifikasi kegiatan ekonomi untuk tidak tergantung minyak dilakukan.

"Perekonomian Saudi yang didominasi oleh minyak, membuat kinerja ekonomi dipengaruhi dari naik turunnya harga dan produkai minyak," kata Menkeu dilansir dari laman Instagramnya, Sabtu (22/2/2020).

 Baca juga: Pemberian Insentif Imbas Virus Korona di Tangan Sri Mulyani

Menurut data IMF, Pertumbuhan ekonomi Saudi Arabia 2019 adalah 1.9% (sektor minyak tumbuh 0.7% dan non minyak 2.9%). Defisit APBN meningkat dari 5.9% PDB (2018) menjadi 6.5% PDB (2019). Utang pemerintah 24.7% dari PDB.

"Pertumbuhan ekonomi Saudi Arabia 2019 adalah 1,9% mencakup sektor minyak tumbuh 0,7% dan non minyak 2,9%," ujarnya.

Tingkat pengangguran untuk warga Saudi mencapai 12.5%, pengangguran perempuan mencapai 32.7%.

 Baca juga: Cegah Kebocoran Dana, Pemerintah Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemda

Reformasi ekonomi yang sedang dilakukan Arab Saudia adalah:

1. menurunkan defisit APBN untuk menjadi seimbang pada tahun 2023.

2. menaikkan penerimaan pajak terutama (PPN).

3. meningkatkan harga BBM secara bertahap, setiap kuartal ada perubahan harga sesuai harga internasional.

4. mengendalikan belanja negara terutama gaji pegawai dan belanja modal yang tidak produktif

5. Meningkatkan transparansi fiskal (belanja dan pendapatan - termasuk data dari perusahaan minyak Aramco)

6. Reformasi pasar tenaga kerja, dengan melakukan mandatori rekrutmen untuk pekerja Saudi (Saudization) dalam rangka menurunkan pengangguran. Selama ini Saudi sangat tergantung kepada pekerja ekspatriat (TKA), setiap warga negara asing dipungut biaya tinggal di Saudi.

7. Penyediaan transport khusus untuk perempuan dan program penitipan anak (childcare) untuk mendukung partisipasi kerja perempuan Saudi.

8. Bantuan untuk usaha kecil diberikan dengan pemberian pinjaman bank dan peningkatan akses pembiayaan.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini