nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona, Perusahaan Produk Olahraga Terbesar di China Mulai Kembali Buka Tokonya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 13:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 23 320 2172845 virus-korona-perusahaan-produk-olahraga-terbesar-di-china-mulai-kembali-buka-tokonya-tgHMBeNlnd.jpeg Ilustrasi salah satu toko Anta Sports di Haining, Provinsi Zhejiang (Foto: Okezone.com/IC)

JAKARTA - Anta Sports Products Limited, perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga asal China kini sudah kembali membuka beberapa tokonya, di tengah wabah virus korona (covid-19) yang menyerang beberapa pekan terakhir. Perusahaan menyebut hampir 40% tokonya yang tersebar di daratan China telah kembali beroperasi sejak Jumat, 14 Februari 2020.

Meski demikian, Anta tidak mengatakan berapa persen dari tokonya yang sebelumnya telah ditutup sehubungan dengan wabah korona tersebut. Namun pada pertengahan 2019, Anta tercatat memiliki 10.223 toko di daratan China.

Perusahaan menyatakan, telah mengikuti pedoman dan persyaratan dari departemen pemerintah daerah terkait untuk kembali mengoperasikan tokonya, di samping tetap dilakukan penutupan beberapa toko di wilayah tertentu.

"Hampir 40% dari toko di daratan Cina dari berbagai merek telah kembali beroperasi, (dengan sisanya akan dibuka kembali) sesuai dengan perkembangan situasi epidemi (korona) dan kebijakan pemerintah daerah," ungkap Anta dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Forbes, Minggu (23/2/2020).

Produsen produk olahraga terbesar di China ini, mengalami kenaikan saham 4,6% menjadi USD71,30 dolar Hong Kong per saham di Bursa Efek Hong Kong usai menyatakan telah kembali membuka sebagian tokonya. Hal ini menjadi penutupan tertinggi bagi Anta sejak 3 pekan terakhir.

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Simak 7 Potret di Kawasan Ekonomi China

Anta pun mengakui, wabah virus korona akan sangat berdampak pada kinerja perseroan, lantaran produksi terganggu karena pabrik tutup sementara, begitupula dengan toko-tokonya. Pemerintah China memang telah membatasi transportasi di berbagai daerah guna menekan penyebaran virus korona, akibatnya hal ini berpengaruh pada mobilitas para pekerja.

"Terutama yang di wilayah Hubei (provinsi dengan ibu kotanya adalah Wuhan, daerah virus korona berasal), masih tidak dapat kembali ke unit produksi seperti yang direncanakan," kata Anta.

Salah satu pabrik sepatu Anta yang berlokasi di Fujian (Foto: Okezone.com/Qilai Shen/Bloomberg)

Perseroan pun berharap kejatuhan finansial akibat dampak virus korona tak berlangsung lama, diyakini ini akan berpengaruh pada kinerja di semester pertama tahun 2020.

"Perusahaan memperkirakan bahwa dalam keadaan khusus saat ini, kinerja industri dan keuangan grup akan terpengaruh oleh epidemi pada paruh pertama 2020, dan mengharapkan pemulihan akan datang pada paruh kedua 2020 paling cepat," jelas perseroan.

Sekedar diketahui, hingga Minggu, 23 Februari 2020, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan, sebanyak 76.936 kasus virus korona yang terjadi di negara tersebut dengan 2.442 korban meninggal.

Adapun wabah korona telah menyebar ke sedikitnya 25 negara di luar China, total ada 78.773 kasus telah dikonfirmasi dengan 2.462 kematian di seluruh dunia.

Baca Juga: Ada Virus Korona, Pasokan Material Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersendat

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini