nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Menkeu Arab Saudi, Sri Mulyani Bahas Masalah Pajak

Irene, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 10:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 20 2173091 bertemu-menkeu-arab-saudi-sri-mulyani-bahas-masalah-pajak-xnSX7YX8OJ.png Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjadi salah satu panelis dalam acara G20 Symposium on Tax Transparency yang diselenggarakan oleh Arab Saudi sebagai Presidensi G20 tahun 2020.

Dalam sela-sela acara tersebut, Sri Mulyani menyempatkan waktu untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Arab Saudi H.E. Mohammed Al - Jadaan.

"Di sela Pertemuan G20, pada tanggal 23 Februari 2020 saya mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Arab Saudi H.E. Mohammed Al - Jadaan di Riyadh, Saudi Arabia," tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagram resminya, Jakarta, Senin (24/2/2020)

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tak Boleh Ada Negara Tax Haven

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani memberi pandangannya mengenai pentingnya pembahasan isu perpajakan internasional. Menurut Sri kehadiran era digital memberi tantangan baru di sektor pajak internasional.

"Era digital memberikan tantangan baru di sektor perpajakan internasional di mana perusahaan bisa memperoleh pendapatan tanpa harus menempatkan perusahaannya di negara tersebut," jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Menariknya Ekonomi Saudi Arabia

Hal tersebut dinilai Sri menimbulkan persoalan terkait perpajakan bila tidak adanya kesepakatan bersama. Namun demikian, Indonesia sangat mendukung hasil kerja OECD dan Kerangka Kerja Inklusif (Inclusive Framework) dalam merumuskan arsitektur sistem pajak internasional pada abad ke-21 berdasar dari dua pilar.

"Pilar 1 yang dirancang untuk mengatasi ketegangan global terkait dengan perpajakan digitalisasi ekonomi, dan Global Anti Base Erosion (GloBe) di bawah Pilar 2, yang bertujuan untuk mengatasi masalah BEPS yang tersisa," pungkas Sri Mulyani.

Sedangkan, dalam upaya penguatan kerja sama bilateral Indonesia Arab Saudi, Sri menyebut sektor pariwisata sebagai sektor yang potensial untuk diperkuat. Hal ini dikarenakan turis asal Indonesia yang melakukan umrah merupakan yang terbesar di Arab Saudi.

"Sementara itu dalam upaya penguatan kerjasama bilateral Indonesia-Arab Saudi sektor pariwisata merupakan sektor potensial yang dapat diperkuat bagi kedua negara. Saat ini, turis dari Indonesia, dalam skema ibadah umrah, merupakan yang terbesar di Arab Saudi. Hal ini mengingat kuota haji yang terbatas dan masa tunggu haji yang lama," ungkap Sri Mulyani.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini