Dampak Virus Korona buat Saham dan Mata Uang Korsel Ambruk

Irene, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 278 2173283 dampak-virus-korona-buat-saham-dan-mata-uang-korsel-ambruk-TxiKmVM98O.jpg Won Korsel (Reuters)

JAKARTA - Kemerosotan saham-saham di Korea Selatan mengambil posisi teratas di pasar utama Asia. Hal ini terjadi setelah negara yang terkenal dengan aliran musik Kpop-nya itu meningkatkan peringatan virus koronanya ke level tertinggi menyusul lonjakkan tajam kasus terkait Covid-19 itu.

Melansir CNBC, Senin (24/2/2020), saham produsen mobil terbesar Korea Hyundai Motor jatuh sebesar 3,91% membuat indeks Kospi anjlok sebesar 3,1%. Sedangkan Kosdaq turun 3,25%. Mata uang Won Korea pun melemah ke 1.217,85 per USD, setelah berlayar di bawah level 1.200 pada pekan lalu.

 Baca juga: Wabah Korona Kian Mengglobal, Pasar Saham Dunia Jatuh

Perusahaan maskapai Korean Air Lines dan Asiana Airlines juga mengalami penurunan masing-masing 5,52% dan 5,54%. Menurut laporan Reuters kedua maskapai terbesar di Korsel itu telah memutuskan penangguhan penerbangan ke Daegu yang mana kota terbesar keempat di negara itu memiliki kasus korona terbesar.

Pada Senin pagi, Pusat-pusat Penyakit dan Kontrol serta Pencegahan Korea melaporkan bahwa tujuh orang telah meninggal karena Covid-19. Jumlah kasus telah meningkat menjadi 161 kasus baru, sehingga total menjadi 763 menurut data nasional, angka ini merupakan yang terbesar saat ini di luar China.

 Baca juga: Antisipasi Virus Korona, Bank Sentral China dan Indonesia Kompak Pangkas Suku Bunga

Saham maskapai di kawasan lain juga turut merasakan kekhawatiran di tengah wabah korona yang semakin mengglobal. Qantas Airways Australia anjlok 7,22%, China Eastern Airlines dan China Southern Airlines yang terdaftar di Hongkong turun lebih dari 4%.

Sementara itu, industri kelas berat berbasis di Korsel, Samsung Electronics mengumumkan pada Sabtu lalu bahwa kasus virus korona telah dikonfirmasi terjadi di kompleks pabrik perangkat selulernya di Korea Selatan. Akibatnya, pabrik harus tutup selama kurang lebih 2 hari.

Saham Samsung Electronics turun lebih dari 2,5% pada pembukaan perdagangan. Di China, pasar saham bergerak variatif, komposit Shanghai turun 0,34% sedangkan komponen Shenzhen naik 0,69% setelah kenaikan sebesar 0,851%.

Indeks Hang Seng Hongkong turun 1,48. Sedangkan saham Australia dengan S&P atau ASX 200 turun lebih dari 2% usai semua sektor menurun. Dan secara keseluruhan, MSCI Asia ex-Jepang mengalami penurunan sebesar 1,5%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini