nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Selatan Naikkan Peringatan Virus Korona, Bahlil: Investasi Masih Stabil

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 18:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 24 320 2173432 korea-selatan-naikkan-peringatan-virus-korona-bahlil-investasi-masih-stabil-usSdRHNnt6.jpg Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Korea Selatan (Korsel) telah meningkatkan langkah-langkah untuk menahan penyebaran virus korona yang mematikan. Hal itu seiring kasus infeksi virus yang diberi nama Covid-19 itu meningkat tajam di negeri gingseng tersebut.

Merespons hal itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut investasi dari Korea Selatan saat ini masih stabil.

"Apabila sejauh ini masih stabil investasi dari Korea Selatan," ujar dia di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Senin (24/2/2020).

 Baca juga: Hary Tanoe: Pasar Modal Berperan Penting Menopang Perekonomian

Menurut dia, yang mengkhawatirkan dari virus korona adalah jika berdampak sistemik dan struktur bisa menurunkan realisasi investasi. Kalau realisasi investasi di China bakal mengalami penurunan.

"Korona ini berdampak sistemik dan struktur sampai sekarang. Kalau sampai bulan Maret pasti kemungkinan besar ada dampaknya. Sekarang itu was-was," kata dia.

Namun, lanjut dia, pihaknya belum bisa memproyeksikan berapa besaran penurunan investasi dari China, imbas dari merebaknya virus korona.

"Bulan Maret kan saya sudah bilang, bulan Maret kami akan hitung berapa persentasenya pengaruh terhadap realisasi investasi," ungkap dia.

Baca Juga: Bertemu Menkeu Arab Saudi, Sri Mulyani Bahas Masalah Pajak

Dia menambahkan, apabila masalah virus korona tak teratasi hingga bulan depan. Maka akan berpengaruh terhadap capaian investasi di Indonesia.

"Tetapi sampai sekarang realisasi investasi kita sampai Februari masih bagus. Harapan saya, Korona ini bisa cepat berlalu," tandas dia.

Seperti diketahui, BKPM mencatat total realisasi investasi pada 2019 sebesar Rp809,6 triliun. Capaian ini melampaui target yang dipatok di angka Rp792 triliun.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini