nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkis Dampak Virus Korona, Sri Mulyani Suntikan Vitamin untuk Sektor Pariwisata

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 19:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 25 20 2174014 tangkis-dampak-virus-korona-sri-mulyani-suntikan-vitamin-untuk-sektor-pariwisata-5WSmll7Wqa.jpg Sri Mulyani (Foto: IG @Smindrawati)

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan sederet insentif untuk menggenjot wisatawan mancanegara. Mengingat saat ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) mengalami penurunan imbas dari wabah virus Korona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk mendatangkan wisatawan pemerintah akan menambah jumlah anggaran sebesar Rp298,5 miliar. Anggaran tersebut akan digelontorkan kepada maskapai dan travel agent untuk mendongkrak wisatawan mancanegara.

 Baca juga: Promosi dan Insentif, Cara Jokowi Tingkatkan Kunjungan Turis ke RI

"Untuk dukung turism, pertama kita berikan tambahan anggaran Rp298,5 miliar untuk insentif airline dan travel agent di dalam rangka datangkan wisatawam asing ke dalam negeri," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Sementara itu untuk insentif yang akan diberikan kepada wisatawan domestik, pemerintah menggelontorkan uang sebesar Rp443,39 miliar. Insentif ini akan diberikan dalam bentuk diskon tiket pesawat menuju 10 destinasi wisata prioritas.

 Baca juga: Janji Diskon 30% untuk Penerbangan, Ini Faktanya!

"Untuk wisatawan dalam negeri akan diberikan Rp443,39 miliar insentif dalam bentuk diskom potongan harga tiket untuk 25% seat per pesawat yang menuju 10 destinasi wisata," jelasnya.

Selain memberikan diskon untuk wisatawan asing dan domestik, pemerintah juga memberikan insentif untuk hotel dan restoran. Bentuknya bebas pungutan pajak selama enam bulan ke depan, dimulai dari Maret 2020.

 Baca juga: Imbas Virus Korona, Devisa Negara dari Pariwisata Bisa Turun

Sebanyak 33 pemerintah kabupaten dan kota nantinya selama 6 bulan ke depan tidak akan menarik pajak yang besarnya mencapai 10%. Sebagai ganti dari potensi kehilangan penerimaan daerah itu, pemerintah pusat akan memberikan hibah yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp3,3 triliun.

Selain itu, dalam APBN ada Rp 147 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata yang belum digunakan. Dana itu akan dikonversi menjadi hibah ke daerah, sehingga diharapkan pemerintah daerah bisa memacu pariwisatanya.

"Kita perkirakan Rp3,3 triliun dari pajak daerah ini yang akan kita bayarkan ke daerah supaya daerah tidak memungut pajak hotel dan daerah yang besarnya 10%, sehingga hotel dan restoran mendapatkan insentif tidak harus bayar pajak dalam waktu 6 bulan ke depan," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini