nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Virus Korona, Tes SKD CPNS Formasi Diaspora Terganggu?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 25 320 2173702 ada-virus-korona-tes-skd-cpns-formasi-diaspora-terganggu-923ezhYZsD.jpg Ujian SKD CPNS 2019 (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Wabah virus korona ternyata tidak terlalu memengaruhi seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019. Meskipun dalam CPNS tahun ini dibuka juga formasi khusus diaspora alias orang Indonesia yang berkarier di luar negeri.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, hingga proses tes SKD tidak ada gangguan berarti dan tetap berjalan dengan lancar. Sekalipun ada wabah virus Korona yang dianggap akan mengganggu proses seleksi tenaga diaspora.

Baca Juga: Usai Jalani Lahiran Caesar, Ibu Ini Tetap Ikut SKD CPNS 2019

Wajar saja, tenaga diaspora ini merupakan orang Indonesia yang berkarier di luar negeri, sehingga mereka biasanya akan tinggal di negara di tempat mereka berkarier.

Menurut Bima, dalam tes diaspora ini seluruhnya di langsungkan di Jakarta. Mengingat jumlah pelamar untuk posisi tenaga diaspora juga sangat kecil dan sedikit sekali.

Baca Juga: Contekan Peserta Ujian SKD CPNS, Begini Penampakannya

"Sementara ini karena yang daftar sedikit dan berada di Indonesia testnya juga di Jakarta," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (25/2/2020).

Menurut Bima proses pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh di ruang tes juga tidak dilakukan oleh panitia. Meskipun wabah virus korona sedang menjadi ancaman dan orang yang mengikuti tes juga tinggal di luar negeri

"Belum ada prosedurnya (peserta diaspora diperiksa kesehatan sebelum masuk tempat tes," ucapnya.

Ke depannya, Bima juga belum mengetahui apakah jika virus Korona ini sudah masuk ke Indonesia akan dilakukan pemeriksaan pada peserta di tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebab dirinya masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita akan mengikuti kebijakan dari Kementerian Kesehatan," ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini