8 Perusahaan Ritel Dibayangi Kerugian Besar Akibat Virus Korona

Hansel Jevera, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 320 2174478 8-perusahaan-ritel-dibayangi-kerugian-besar-akibat-virus-korona-13IrWs6wUa.jpg Perusahaan Ritel. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mengungkapkan bahwa banyak perusahaan ritel menghentikan usahanya karena meluasnya virus korona. Perusahaan harus berhenti karena rantai suplai terputus dari China.

Tercatat ada 8 perusahaan ritel yang terkena dampak virus korona. Semua pengecer ini menghentikan pengiriman dari China sebagai antisipasi virus Covid-19.

Melansir Business Insider, Rabu (26/2/2020), berikut beberapa merek terdampak akibat dampak korona:

1. Walmart

Perusahaan ini menurunkan stoknya yang berasal China dan barang-barang logistik dari perusahaan Dada-Jd Daojia. Meskipun demikian, Walmart tetap ingin tokonya buka.

Baca Juga: Walmart Hemat USD60 Juta Berkat Pelanggan Beli Tas Belanja

2. Burberry

CEO Burberry Marco Gobetti mengatakan, penyebaran virus menjadi masalah utama untuk Burberry dan merek barang mewah lainnya.

"Kita juga tidak tahu sampai kapan ini akan berlangsung. Perusahaan akan mengurangi interaksinya dengan China dan setiap kemungkinan untuk memastikan keamanan dan kesehatan pekerjanya," tuturnya.

3. Home Depot

Menurut Seth Basham, Home Depot dan Carolina mengurangi produknya sebesar 30% yang berasal dari China. Sebelumnya China merupakan supplier utama perusahaan dan sekarang ada rencana lainnya agar rantai suplai tidak terpengaruh.

Baca Juga: Barang Mewah "Terjangkit" Virus Korona, Ini Pengakuan Bos Bulgari

4. McDonalds

Seperti diketahui sekarang, perusahaan makanan cepat saji ini melakukan segala cara untuk para pelanggan mereka merasa tetap nyaman dan aman. CEO McDonald Chris Kempczinski mengatakan telah bekerja sama dengan pihak yang berwajib untuk mencegah wabah dan mengontrol buruh serta menyediakan makanan untuk para pekerja.

5. Walgreens Boots Alliance

Walgreens Boots Alliance mendapat peningkatan sedikit permintaan untuk masker. Kita akan memastikan bekerja sama dengan rekan-rekan kia untuk memastikan pelanggan kita mendapat apa yang dibutuhkan.

6. Starbucks

Hampir setengah lokasi Starbucks di China telah ditutup dikarenakan virus korona. Perusahaan mengatakan, Starbucks belum berubah, walaupun menurunkan kegiatan bisnis.

7. Macy’s

CFO Macy Paula Price mengatakan, ada sedikit pengaruh untuk kegiatan pariwisata. Karena sekarang kita banyak berinteraksi dengan banyak partner untuk mencegah gangguang yang mungkin terjadi.

8. KFC, Pizza Hut, Taco Bell dan merek Yum China lainnya.

CFO Wai Yeung menjelaskan pembatasan untuk berpergian, menunda hari raya, dan mengurangi jam kerja merupakan kunci utama mencegah virus korona.

DI sisi lain, dia juga mengatakan bahwa kegiatan untuk mengirim barang berlangsung dengan baik bagi Yum China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini