nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Optimistis Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sesuai Target

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 17:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 26 320 2174547 menhub-optimistis-operasional-kereta-cepat-jakarta-bandung-sesuai-target-T7HDtzHmmU.jpg Ilustrasi Kereta Cepat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan memastikan pengerjaan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung berjalan normal. Dirinya pun yakin operasional kereta cepat pertama di Indonesia masih sesuai target 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya optimistis jadwal operasi kereta cepat bisa sesuai jadwal. Karena pengerjaan masih berjalan dengan normal di lokasi.

Baca Juga: Ada Wabah Virus Korona, Luhut: Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berpotensi Mundur

"Jadi kemarin saya ke lokasi proyek. Dari apa yang saya lihat di tempat, mereka pekerja normal-normal aja. Jadi mestinya tidak mundur," ujar dia di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Menurut Budi, jangan menyerah pada keadaan meski virus korona terus meluas. Karena itu, dirinya masih yakin proyek kereta cepat bisa terus dikerjakan.

"Dan permasalahan imbas korona bukan masalah besar," ungkap dia.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Akhir 2021 meski Terganggu Virus Korona

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung terkendala akibat wabah virus korona (covid-19). Menurutnya, wabah korona berpotensi membuat mundurnya jadwal operasional kereta cepat dari target di 2021.

"Kita memang super hati-hati melihat ini. Jadi kita tidak mau berkomentar mengenai hal itu, tapi bisa saja terjadi tertunda (beroperasi di 2021) kalau nanti berkepanjangan ini korona," ujarnya dalam diskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta.

Menurutnya, hambatan yang membuat proyek kereta cepat terganggu adalah banyaknya tenaga kerja asal China yang tertahan di negaranya. Para pekerja yang berada di level manajer hingga konsultan itu, sempat kembali ke negara asalnya untuk memperingati Imlek.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini