nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Peduli Virus Korona, Warren Buffett Tetap Investasi

Hansel Jevera, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 278 2174963 tak-peduli-virus-korona-warren-buffett-tetap-investasi-9ym2GnrQjX.png Warren Buffett (Foto: Reuters)

JAKARTA - Warren Buffett tetap berinvestasi di tengah mewabahnya penyebaran virus korona di berbagai negara. Meski virus korona telah membuat pasar saham global bergejolak, Warren Buffet menilai hal tersebut adalah peluang untuk berinvestasi.

Orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan USD87,5 miliar ini mempunyai langkah dalam berbisnis yang dalam membuatnya menjadi tambah kaya.

"Kami membeli bisnis untuk dimiliki selama 20 atau 30 tahun. Kami membelinya secara utuh maupun dalam beberapa bagian dan kami pikir prospek 20 sampai 30 tahun nanti tidak akan terpengaruh oleh virus korona," kata Buffett seperti dilansir Forbes, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Warren Buffett-Bill Gates Bahas Dampak Virus Korona

Buffett yang kini berusia 89 tahun merupakan pimpinan perusahaan investasi Berkshire Hathaway dengan nilai pasar USD543 miliar yang dia jalankan sejak 1964.

Kebijakan ini dia tuliskan dalam surat yang dikirimkan ke pemegang saham Berkshire Hathaway. Buffett mereferensikan ide-ide dari Edgar Lawrence Smith dalam bukunya tahun 1924 Common Stocks as Long Term Investments, mengenai mengapa saham bisa menghasilkan pengembalian jangka panjang yang lebih besar daripada obligasi, terutama ketika imbal hasil obligasi sama atau lebih rendah dari hasil dividen saham.

Baca Juga: Warren Buffett Singgung Kematiannya dalam Surat Tahunan Berkshire Hathaway

"Saham dan obligasi bisa menjadi sesuatu yang baik maupun buruk, tergantung harganya," kata Buffett.

Dia menambahkan bahwa saham saat ini lebih murah daripada obligasi. Ini mengingatkan Benjamin Graham yang merupakan bapak investasi oleh Buffett dalam surat pemegang saham 1993:

Dalam jangka yang sangat pendek, sentimen merupakan pendorong saham, dan ketika turun, kenaikan sangat mungkin terjadi. Cara umum untuk mengukur sentimen pasar saham adalah di pasar opsi yaitu melalui Indeks Volatilitas CBOE. Indeks Volatiltias dapat mengukur fluktuasi harga saham dalam 30 hari ke depan. Volatilitas jelas telah melonjak naik ke tingkat atas saat musim panas lalu, tetapi belum setinggi pada Malam Natal 2018 ketika saham-saham turun 20% dalam jangka waktu tiga bulan.

Dalam jangka menengah dan panjang, akan sangat diperlukan untuk mengetahui resesi dan pasar yang sudah mati di depan. Namun dari kasus epidemi dan pandemi virus yang terjadi di masa lalu, tidak terlalu instruktif.

PMI pada bulan Januari menyarankan melakukan ekspansi lanjutan di sektor manufaktur. Lanjutan yang memiliki potensi untuk merubah pasar menjadi lebih tinggi atau lebih rendah ini dijadwalkan mulai pada Bulan Maret nanti.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini