Share

Rupiah Anjlok ke Rp14.317/USD, BI Intervensi Pasar dengan 3 Cara Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 20 2175787 rupiah-anjlok-ke-rp14-317-usd-bi-intervensi-pasar-dengan-3-cara-ini-Fbiif4gUqs.jpg Bank Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia mengaku terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Tak tanggung-tanggung pihaknya langsung melakukan tripple intervensi demi menstabilkan nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, intervensi pertama adalah dengan melakukan penjualan valas demi stabilnya nilai tukar Rupiah. Lalu yang kedua adalah dengan melakukan intervensi pasar Domestic non-delevery forward (DNDF).

 Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp14.317/USD Jelang Akhir Pekan

"Sekali lagi kami menegaskan BI akan terus berada di pasar stabilkan nilai tukar rupiah untuk obligasi pemerintah. Kita melakukan triple intervensi, satu di spot menjual valas untuk kendalikan nilai tukar rupiah. Kita juga intervensi melalui DNDF dan kita intervensi melalui pembelian SBN yang dilepas investor asing," ujarnya di komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Selain itu lanjut Perry, Bank Indonesia juga melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) yang dijual oleh investor asing. Hingga saat ini, pihaknya sudah mengeluarkan uang Rp100 triliun untuk membeli SBN yang dijual oleh investor asing.

 Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp14.290/USD, Ikuti Kejatuhan IHSG

"Yang sudah kita beli, tahun ini secara keseluruhan kita beli sampai 27 Februari Rp100 triliun kita beli dari pasar sekunder," kata Perry.

Dari jumlah tersebut lanjut Perry, Rp78 triliun diantaranya sudah dibeli sejak akhir Januari. Aksi intervensi tersebut dilakukan sejak virus Korona muncul pertama kali di Wuhan China.

"Dari Rp100 triliun kurang lebih Rp78 triliun kami beli sejak Januari sejak merebaknya virus Korona. Memang yield SBN 10 tahun meningkat dari 6,56% sebelum Korona jadi 6,95% untuk yield SBN 10 tahun," kata Perry.

 Baca juga: Rupiah Melemah Tembus Rp14.087/USD Pagi Ini

Selain itu lanjut Perry, pihaknya juga sudah melakukan penurunan suku bunga untuk menarik investor asing. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipasi dampak wabah virus Korona pada perekonomian. Dari sisi Bank

"Dari BI kami melakukan stimulasi bagi ekonomi kita. Penurunan suku bunga, kita realisasikan kebijakan makro Prudential khususnya rasio intermediasi makro prudensial. Kami percepat elektronifikasi bantuan sosial untuk transportasi kemudian transaksi pemerintah ke daerah," jelasnya.

Memang menurut Perry dampak virus korona terhadap ekonomi Indonesia tidak separah negara lain. Namun lanjut Perry, pihaknya menilai jika langkah antisipasi perlu dilakukan untuk mencegah pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih dalam.

"Pelemahan ini tidak sebesar negara lain sehingga, BI terus jaga komitmen stabilkan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan khususnya SBN. Ini yang jelaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan yield SBN 10 tahun lebih rendah dari negara lain," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini