Share

Cadangan Devisa Membaik, BI Harus Bisa Kendalikan Rupiah

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 278 2175991 cadangan-devisa-membaik-bi-harus-bisa-kendalikan-rupiah-xqTNqw9a2j.jpeg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah yang sebelumnya terpantau stabil di Rp13.500/USD secara tiba-tiba melemah hingga Rp14.300an, hal ini dikarenakan oleh dampak virus korona terhadap perekonomian global.

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar menyatakan jika tahun sebelumnya dunia mengalami Trade War. Pada awal tahun 2020, seluruh dunia terdampak virus korona atau Covid-19 terutama di sektor industri yaitu jasa transportasi, perhotelan, makanan, dan hiburan. Beberapa negara di dunia melarang wisatawan masuk dan keluar, salah satunya Indonesia.

“Pada awal tahun 2020, seluruh dunia terdampak virus korona terutama sektor industri meliputi jasa transportasi, perhotelan, hiburan, dan makanan,” kata Farial saat dihubungi oleh Okezone, Jumat (28/2/2020).

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp14.317/USD, BI Intervensi Pasar dengan 3 Cara Ini

Penyebaran virus korona ini juga berdampak pada Indonesia, dalam hal ekspor dan impor. Ekspor dan impor dari China berpengaruh untuk beberapa negara, salah satunya Indonesia. Sebelumnya, Indonesia melarang barang yang masuk seperti bawang putih, elektronik, hewan ternak, dan lain-lain.

Ia menerangkan, Indonesia yang bebas dengan peraturan devisa bebasnya, membuat investor bebas keluar masuk di pasar keuangan dan modal. Pemerintah yang menargetkan untuk di sektor riil, ternyata seperti perusahaan jasa. Yang terjadi malah hanya membeli modal meliputi saham yang berguna untuk mencari untung, bukan untuk membuka lapangan kerja.

Dia menyatakan virus korona ini membuat nilai Rupiah yang kian tinggi, hal ini tidak bisa diprediksi akan sampai kapan terus berlangsung. Pemerintah harus membuat kebijakan untuk mengatasi dan mengambil langkah worst case scenario, harus ada kebijakan yang dilakukan untuk mengantisipasi wabah ini.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp14.317/USD Jelang Akhir Pekan

“Pemerintah harus mengambil worst case scenario untuk menghadapi hal ini dengan membuat beberapa kebijakan,” tambahnya.

Perlu diketahui, Bank Indonesia (BI) sudah melakukan tindakan di pasar spot untuk menahan pergerakan Rupiah. Pemerintah melalui Bank Indonesia harus bisa memgendalikan, karena cadangan devisa sudah lebih baik khususnya untuk nilai tukar Rupiah. Selain itu, BI juga melakukan intervensi pasar Domestic non-delivery forward (DNDF).

“Saya percaya Bank Indonesia bisa mengendalikan hal ini karena cadangan devisa lebih baik, khususnya untuk nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini