nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah dan IHSG Anjlok, Gubernur BI: Pasar Keuangan Sedang Radang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 15:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 28 278 2175612 rupiah-dan-ihsg-anjlok-gubernur-bi-pasar-keuangan-sedang-radang-HYeaRsMHPc.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia menyebut pasar keuangan global sedang mengalami radang. Hal tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran para investor akan menyebarnya wabah virus Korona.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, khusus di Indonesia, sakitnya pasar keuangan ini mulai terasa dengan anjloknya pasar saham. Pada jeda siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 223,7 poin atau 4,042% ke level 5.311.

Baca Juga: IHSG Anjlok 4%, Investor Takut Virus Korona

Selain pada pasar saham, pelemahan juga terjadi pada nilai tukar rupiah. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah kembali tembus ke angka Rp14.000 an setelah sebelumnya selalu stabil di level Rp13.500 hingga Rp13.600 per USD.

"Pasar keuangan global memang sedang mengalami radang karena memang investor global dari seluruh negara tidak hanya Indonesia," ujarnya saat ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Menurut Perry, sakitnya pasar keuangan global tidak terlepas dari wabah virus Korona. Pasalnya, virus korona ini sudah menyebar ke beberapa negara dan bahkan dampaknya sudah mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia.

Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Anjlok hingga 4% ke 5.311

"Memang, mengira dampak Korona (hanya sampai Asia) tapi dampak dari Korona tidak hanya menyebar ke Asia tapi sampai ke Amerika Serikat dan Eropa," jelasnya

Wabah virus Korona ini membuat para investor cenderung melepas portofolionya dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman. Misalnya saja investasi di emas, yang mana saat ini harganya terus mengalami kenaikan.

"Dalam kondisi ini, investor global kecenderungannya melepas investasi portofolionya di Korea, Thailand, Malaysia, Singapura dan dari Indonesia. Untuk Indonesia memang terpengaruh terhadap nilai tukar rupiah dan harga saham," jelasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini