Imbas Virus Korona, Pergerakan Pesawat di Bali Turun

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 01 320 2176424 imbas-virus-korona-pergerakan-pesawat-di-bali-turun-t8PM1eLBm6.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menyatakan, akibat wabah virus korona berdampak pada menurunnya jumlah pergerakan pesawat di sejumlah bandara.

"Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, pergerakan pesawat di bandara ini menurun dari semula 470-480 pergerakan pesawat menjadi hanya kurang lebih 400 pergerakan," kata Novie dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (1/3/2020).

Baca Juga: Resmi Berlaku Hari Ini, Diskon Tiket Pesawat 50% Akan Dievalusi Berkala

Seperti yang diketahui, Pemerintah resmi memberlakukan diskon tiket pesawat 50% dari dan ke 10 destinasi wisata pada hari ini. Kebijakan pemberian insentif merupakan hasil Rapat Terbatas dipimpin Presiden Jokowi tanggal 25 Februari 2020 mengenai kesiapan menghadapi penyebaran virus korona COVID-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, diskon tiket pesawat berlaku hingga tiga bulan ke depan. Nantinya, kebijakan pemberian diskon tiket pesawat akan dievaluasi.

Baca Juga: Diskon Tiket Pesawat 50%, Kemenparekraf: Yuk Liburan #DiIndonesiaAja

"Kebijakan ini berlaku mulai bulan Maret 2020 sampai dengan Mei 2020 dan akan dilakukan evaluasi secara berkala," kata Budi.

Pemerintah bersama dengan stakehokder penerbangan sepakat untuk memberikan insentif yang dapat menurunkan tarif penerbangan dari dan ke 10 destinasi pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.

Dengan insentif yang berasal dari Pemerintah, AP I dan II, Airnav Indonesia dan Pertamina, diskon tarif pesawat yang diberikan maskapai bisa mencapai 40%-50%.

“Pemerintah memberikan diskon tarif penerbangan sebesar 30% ke 10 destinasi wisata," kata Menhub.

Menhub menyebut pemerintah mengalokasikan dana APBN sekitar Rp500 miliar untuk memberikan diskon tarif sebesar 30%. Diskon tarif diberikan kepada 25% dari total jumlah penumpang dalam satu penerbangan dari dan ke 10 destinasi tersebut.

Selain pemerintah, Menhub menyebut sejumlah pihak juga turut mendukung pemberian insentif yaitu PT Angkasa Pura I & II memberikan insentif berupa pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20%.

Kemudian, AirNav Indonesia akan memberikan insentif pengurangan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan sebesar 20% pada rute penerbangan dimaksud, yang selanjutnya akan diatur berdasarkan Keputusan Direksi Perum LPPNPI.

Selanjutnya, Pertamina direncanakan akan memberikan potongan harga avtur sebesar 10% yang selanjutnya akan diatur pada Keputusan Direksi Pertamina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini