Uang Palsu Didominasi Pecahan Rp100.000 dan Rp50.000

Selasa 03 Maret 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 20 2177628 uang-palsu-didominasi-pecahan-rp100-000-dan-rp50-000-bjMXUjQurf.jpeg Uang Palsu (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Bank Indonesia menerima laporan temuan uang palsu 200 sampai 300 lembar per lembar. Mayoritas uang palsu didominasi pecahan seratus ribuan dan lima puluh ribuan.

“Laporan temuan dari perbankan, jadi tidak diketahui secara spesifik dari daerah mana, laporan itu meliputi kantor wilayah Solo, Semarang, Purwokerto dan Tegal,” kata Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah Bambang Utomo dilansir dari laman KRJogja, Selasa (3/3/2020).

Dikatakan sepanjang tahun 2019 terdapat laporan uang palsu sebanyak 18.234 lembar sedangkan sepanjang tahun 2018 sebanyak 21.254 lembar. Dari laporan itu ada penurunan laporan.

Baca Juga: Fakta Uang Palsu di Indonesia, Rp100 Juga Dipalsukan

Sedangkan pada Januari hingga Februari 2020, katanya terdapat laporan 734 lembar uang palsu. Dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebenarnya terdapat peningkatan laporan sebesar 1%.

“Kemungkinan ada penundaan laporan dari perbankan di akhir tahun dan baru dilaporkan di awal tahun, sehingga ada kenaikan pelaporan,” katanya.

Menurut dia penurunan laporan uang palsu pada 2019 disebabkan beberapa faktor, seperti meningkatnya pemahaman masyarakat akan uang palsu sehingga mereka sudah mengetahui uang palsu dan adanya kasus-kasus yang telah ditangani yang berwajib.

Baca Juga: Temuan Uang Palsu Paling Banyak di Jawa

“Penanganan kasus oleh polisi telah memberikan kontribusi positif, yakni pelaku pemalsu untuk tidak melakukan pemalsuan,” katanya sembari menerangkan teller dan kasir sudah mengetahui ciri-ciri uang palsu, sehingga mereka menolak menerima atau mengamankannya untuk diteliti BI. Jika memang uang itu palsu akan disampaikan ke nasabah.

Dia mengatakan perbandingan antara uang palsu dengan uang asli, sampai saat ini pada kisaran satu berbanding satu juta, artinya diperkirakan ada satu uang palsu dari satu juta uang asli yang beredar di masyarakat.

Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Gotri Wijiyanto mengatakan Pemkab Temanggung gencarkan sosialisasi perlunya mendeteksi uang palsu pada masyarakat luas terutama pelaku ekonomi. Pada mereka dianjurkan untuk menggunakan transaksi elektronik untuk meminimalisir uang palsu.

“Uang palsu ini sangat merugikan, peredaran uang palsu biasanya pada pagi hari atau malam hari di tempat yang temaram,” katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini