JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) buka suara terkait mahalnya harga masker. Hal ini terjadi imbas diumumkannya dua warga negara Indonesia (WNI) yang terkena virus korona.
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, harga masker yang dijual peritel tidak mengalami kenaikan. Harga yang dijual ke pasaran juga menyesuaikan dengan harga beli dari pabrik.
Baca Juga: Tidak Perlu Panic Buying, Stok Barang Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat
“Untuk harga masker tersebut, tidak akan ada kenaikan harga pada peritel Aprindo. Selagi tidak ada perubahan harga dari pabrik atau distributor,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (3/3/2020).
