Modus Penipuan Jual Beli Online yang Bawa-Bawa Nama Bea Cukai, Seperti Apa?

Irene, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 06 20 2179143 modus-penipuan-jual-beli-online-yang-bawa-bawa-nama-bea-cukai-seperti-apa-iXO0wVIr2j.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pemaparan modus penipuan yang selalu mengintai masyarakat. Modus ini adalah jual beli daring atau online dalam negeri yang kerap mengatasnamakan bea cukai.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (Direktur KIAL) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan modus jual beli daring atau online ini sering kali terjadi di dalam negeri. Padahal bea cukai sering kali dihubungkan dengan masalah pengiriman barang dari luar negeri.

Baca juga: Ada Omnibus Law, Penetapan Objek Cukai Baru Tak Perlu Izin DPR

"Modus penipuan pertama adalah jual beli online kiriman dalam negeri. Dalam negeri saja sudah dijadikan alasan. Padahal Bea Cukai identik dengan kiriman luar negeri," ungkap Syarif Hidayat dalam acara Temu Wartawan tentang Upaya Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai di ruang media Kementerian Keuangan, dilansir dari laman kemenkeu, Jumat (6/3/2020).

Pelaku dengan modus ini biasanya memakai foto profil WhatsApp Dirjen Bea Cukai. Namun pastinya, nomor WA yang tertera bukanlah nomor yang bersangkutan.

"Ada foto profil WA Dirjen Bea Cukai tapi nomornya bukan nomor beliau. Ada foto profil WA Dirjen Bea Cukai tapi nomornya bukan nomor beliau," kata dia.

Baca juga: Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target Rp213,1 Triliun, Rokok Mendominasi

Pelaku biasanya menawarkan barang sitaan bea cukai di mana tak kena pajak. Mayoritas dipasarkan melalui media sosial Facebook dan Instagram dengan harga yang kelewat murah.

"Rata-rata, pelaku menawarkan barang sitaan Bea Cukai, black market, tanpa pajak. Mayoritas melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram dengan harga murah," papar Syarif.

Selain modus jual beli online, Dirjen Bea dan Cukai juga menyebut beberapa modus lain yang sering digunakan para pelaku untuk mengelabuhi korbannya. Antara lain lelang palsu, modus kiriman luar negeri, kiriman diplomatik, dan jasa penyelesaian tangkapan.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini