Presiden Jokowi Ribut soal Tol Laut, Ini Faktanya!

Irene, Jurnalis · Sabtu 07 Maret 2020 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 320 2179289 presiden-jokowi-ribut-soal-tol-laut-ini-faktanya-Xg0WA4g7Is.jpg Tol Laut (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus pada jalannya program tol laut di Indonesia. Oleh sebab itu, tol laut menjadi bahasan dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

Namun dirinya menyesalkan program tol laut ini belum berjalan sebagaimana mestinya. Presiden pun menyoroti berbagai hal tentang program yang digadang dapat menekan biaya pengiriman logistik dalam negeri ini.

Pada Sabtu (7/3/2020), Okezone merangkum fakta terkait Jokowi yang menyoroti tol laut.

 Baca juga: Industri Bangun Pabrik di Indonesia Timur Dapat 'Libur' Bayar Pajak

1. Biaya Pengiriman Logistik Masih Mahal

Tujuan awal dan utama dari adanya tol laut menurut Jokowi adalah untuk mengurangi disparitas harga antar wilayah. Selain itu, tol laut juga dibuat untuk memangkas biaya logistik yang mahal. Namun, Jokowi menyebut dirinya menerima informasi bahwa masih mahalnya biaya pengiriman biaya logistik di tengah adanya tol laut yang sudah difungsikan.

"Namun saya terima informasi dari lapangan bahwa biaya pengiriman logistik antar daerah masih mahal," ujar Jokowi di Kantor Presiden.

2. Biaya Kirim Barang Jakarta - Medan Lebih Mahal Dibanding ke Singapura

Presiden Jokowi kemudian mengambil contoh biaya pengiriman dari Jakarta menuju Medan hingga Jakarta menuju Makassar yang masih sangat mahal. Bahkan bila dibandingkan dengan pengiriman barang ke luar negeri seperti Jakarta - Singapura ataupun Jakarta - Hongkong biaya logistik di dalam negeri masih lebih mahal.

 Baca juga: Disentil Jokowi tentang Tol Laut, Ini Kata Menko Luhut

"Ini contohnya, biaya pengiriman dari Jakarta ke Padang, dari Jakarta ke Medan, Jakarta ke Banjarmasin, Jakarta ke Makassar, jauh lebih mahal dibandingkan biaya pengiriman dari Jakarta ke Singapura, Jakarta ke Hongkong, Jakarta ke Bangkok, dan Jakarta ke Shanghai," ungkap Jokowi.

3. Tol Laut Harus Bisa Tekan Disparitas Harga

Oleh karenanya, Jokowi ingin agar fungsi dan tujuan awal dari adanya tol laut dapat lebih terlaksana. Dirinya ingin agar pelaksanaan tol laut bisa diperbaiki agar tidak ada lagi disparitas harga.

"Inilah yang harus dibenahi kita benahi bersama. Sehingga tujuan awal dari tol laut untuk menekan disparitas harga antarwilayah bisa kita capai," jelas Jokowi.

4. Tol Laut Harus Efisien

Jokowi mengatakan pengontrolan terhadap tol laut harus dilakukan agar kehadirannya dapat semakin efisien. Dengan itu, Jokowi menegaskan biaya logistik dalam negeri harus bisa diturunkan.

"Pertama mengontrol membuat tol laut semakin efisien. Biaya logistik antar daerah, antar wilayah, antar provinsi harus bisa diturunkan," tegas Jokowi.

5. Masalah Tol Laut Harus Dilihat Detail dan Komprehensif

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta agar program tol laut ini bisa dilihat secara komprehensif dan detail. Sehingga nantinya dapat ditemukan akar masalah yang membuat biaya logistik mahal.

"Saya minta masalah ini dilihat secara detail dan komprehensif, apakah masalahnya di pelabuhan. Misalnya urusan dengan dwelling time atau ada praktek monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logsitik tidak efisien," tegasnya.

6. Kontribusi Tol Laut Untuk Perekonomian

Jokowi menyebut secara keseluruhan, transportasi laut hanya menyumbang 0,3% saja. Angka ini jauh tertinggal dari yang lainnya seperti transportasi darat yang mencapai 2,4% pada 2019.

"Saya mencatat bahwa transportasi laut hanya menyumbang 0,3% dari keseluruhan Product Domestik Bruto (PDB) dibanding kontribusi transportasi darat," ungkap Jokowi.

Jokowi juga mengatakan adanya penurunan yang terjadi dari tahun 2014 ke 2019 pada transportasi laut. "Sebaliknya peranan transportasi laut selama ini sangat rendah justru menurun dari 0,34% di tahun 2014 menjadi 0,32% di tahun 2019," katanya.

7. Tol Laut Dikoneksikan dengan Kawasan Industri

Presiden Joko Widodo dalam kesempatannya juga menegaskan keinginannya untuk tol laut dapat terkoneksi dengan kawasan industri dan sentral ekonomi. "Saya minta tol laut juga terkoneksi dengan kawasan industri dan sentra ekonomi lokal," katanya.

Jokowi meminta peran aktif dari Pemerintah daerah (Pemda) dan juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Misalnya dengan melakukan pengembangan atau membangun sentra ekonomi lokal yang terkoneksi langsung dengan tol laut.

"Saya juga minta Pemda dan BUMD terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan tol laut sehingga memiliki dampak positif terhadap ekonomi lokal," tegasnya.

8. Tanggapan Menko Luhut

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui jika kontribusi transportasi laut pada ekonomi masih sangat rendah. Dirinya menilai telah punya target dan cukup. Kedepannya, menurut Luhut, pemerintah akan mendorong lebih jauh lagi agar program tol laut dapat berjalan lebih efektif.

“Saya lupa angkanya, tapi kita punya targetnya dan itu cukup. Belum sampai (1%) kayanya,” ujarnya.

Menurut Luhut, wajar bila Presiden Jokowi kesal dengan program tol laut yang berjarang tidak efektif. Menurutnya sejak awal, program tol laut ini dilaksanakan untuk menciptakan keadilan.

“Presiden (Jokowi) ingin melihat keadilan,” kata Luhut.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kontribusi dari tol laut untuk ekonomi negara, pemerintah akan memaksimalkan kapal-kapal berukuran semi kecil di wilayah timur agar bisa mendapatkan fasilitas tol laut. Dirinya mengaku optimis, apabila dengan cara ini, kontribusi program laut bisa naik meski jika dilihat secara angka masih kecil.

“Kita sekarang yang kapal-kapal semi kecil ke daerah terpencil lagi malah ditingkatkan. Sebanyak mungkin. Tentu tidak semua yang dicapai. Tapi akan banyak,” jelas Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan trayek tol laut akan ditambah menjadi sebanyak 26.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini