BUMN Buka Opsi Jiwasraya untuk Jual Mal Cilandak Town Square

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 320 2180454 bumn-buka-opsi-jiwasraya-untuk-jual-mal-cilandak-town-square-c86aUSMBl7.jpg Jiwasraya (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), membuka opsi untuk menjual aset milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Salah satu aset tersebut adalah Mal Cilandak Town Square (Citos) Jakarta. Hal itu dilakukan untuk membayar utang kepada nasabah JS Saving Plan.

Staff Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, selain Citos Kementerian BUMN juga akan membuka opsi penjualan kantor-kantor perseroan yang sudah tidak dioperasikan.

 Baca juga: Sri Mulyani Kaget Harga Minyak Dunia Anjlok

"Jadi, seluruh aset itu akan dijual ke swasta dengan proyeksi nilai mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun," ujar dia di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dia menjelaskan, meskipun Mal tersebut merupakan aset yang bagus namun tidak akan menutupi dana nasabah perusahaan asuransi milik negara tertua di Indonesia tersebut. Pihaknya pun sudah mulai menawarkan kepada pihak swasta.

 Baca juga: Sri Mulyani Pantau Anjloknya Harga Minyak Dunia

"Aset bagus, tapi emang bisa nutup dana nasabah sekarang? Kan kepentingannya nasabah. Kita butuh duit sekarang," ungkap dia.

Menurut dia, Citos merupakan aset yang bagus sehingga peminatnya banyak. Namun, pelepasan aset Jiwasraya tersebut membutuhkan persetujuan dari pemerintah dan DPR RI.

 Baca juga: Minyak Anjlok 30% ke Level Terendah Sejak 1991, Imbas Konflik Arab Saudi-Rusia

“Nah, ini pelepasan aset Citos juga salah satu yang kita bahas di panja Komisi IV dan XI. Sehingga kalau panja sudah selesai, kita tinggal merealisasikan semua pembaharuan skema yang kita tawarkan," tandas dia.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mengantongi total kerugian negara dari kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Nilai kerugian terungkap dari audit yang sudah dilakukan BPK.

"Sudah dong (mengetahui kerugian). Tapi Enggak bisa (dipublikasikan)," kata Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini