Tingkat Hunian Hotel Turun 70%, Pengusaha Diminta Tak Lakukan PHK

Senin 09 Maret 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 470 2180296 tingkat-hunian-hotel-turun-70-pengusaha-diminta-tak-lakukan-phk-se7GmPNZRy.jpg Hotel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan terdapat penurunan tingkat okupansi di sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia. Angkanya mencapai higga 50% sejak awal tahun hingga saat ini.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Kunjungan Turis ke Bali Turun 33%

Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70% sejak merebaknya wabah Covid-19. Namun, Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Demikian seperti dilansir BBC Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Penurunan drastis kunjungan wisatawan ini berdampak langsung pada kesejahteraan karyawan pariwisata, seperti Ni Wayan Tini dan Ni Komang Wahyuni, yang bekerja paruh waktu di Rai Water Sport.

Baca Juga: Ekspor China Turun Tajam Imbas Virus Korona

Menurut Tini, mereka biasa mendapatkan banyak bonus dari tamu, selain gaji bulanan. "Cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari dan bekal anak sekolah. Kalau sekarang ya tidak ada lagi," katanya.

Raka menyebut, Bali sudah beberapa kali mengalami krisis pariwisata, termasuk saat wabah SARS pada 2002, bom Bali pada 2002 dan 2005, dan erupsi Gunung Agung pada 2017. Dibandingkan krisis sebelumnya, Raka menyebut krisis di tengah wabah virus corona sebagai yang terburuk.

Setelah bom Bali mengguncang Pulau Dewata, menurut Raka, turis sudah mulai berdatangan seminggu kemudian. "Ini sudah dua bulan. Ini paling buruk dan kita belum tahu sampai kapan," katanya.

"Perkiraan saya (situasi begini) sampai Juli. Mudah-mudahan perkiraan saya meleset."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini