nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Balik Menguat hingga 2%

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 21:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 10 278 2181324 wall-street-balik-menguat-hingga-2-vaQioYYNyL.jpg Virus Korona Tekan Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka balik menguat (rebound) lebih dari 2% pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor merasa tenang karena adanya beberapa sentimen pelonggaran kebijakan yang terkoordinasi untuk mencegah resesi terhadap ekonomi global.

Dow Jones Industrial Average naik 601,98 poin atau 2,52%, pada pembukaan menjadi 24.453,00. S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 66,92 poin atau 2,44% pada 2.813,48. Nasdaq Composite .IXIC naik 269,09 poin atau 3,38%, menjadi 8.219,76 pada bel pembukaan.

Investor melihat adanya tanda-tanda bahwa pelonggaran moneter akan berlanjut untuk menopang perekonomian. Diharapkan Federal Reserve bisa memotong suku bunga kedua kalinya bulan ini.

Baca Juga: Bursa Saham AS Jeblok, Presiden Trump Salahkan Arab Saudi-Rusia

Selain itu, sentimen positif usai Jepang meluncurkan paket USD4 miliar untuk memerangi wabah virus korona atau Covid-19.

"Investor berusaha mencari tanda-tanda bahwa ada sentimen positif. Mereka mendapat tanda bahwa coronavirus ini tidak begitu menghancurkan secara ekonomi, maka pasar ini bisa merosot lebih tinggi," ujar Chief Executive Officer 50 Park Investments New York kata Adam Sarhan, dilansir dari Reuters, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga: Wall Street Melemah hingga 1% Imbas Kekhawatiran Virus Korona

Sebelumnya, tiga indeks utama Wall Street anjlok lebih dari 7% pada perdagangan Senin 9 Maret 2020. Hal ini karena harga minyak anjlok setelah produsen minyak Arab Saudi dan Rusia memutuskan untuk meningkatkan output di pasar.

Sementara itu, sentimen lain datang dari pemerintah AS. Di mana Presiden Donald Trump berjanji menyiapkan langkah besar untuk memerangi wabah virus.

Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, merosot sekitar enam poin menjadi 48,37, setelah ditutup pada level tertinggi sejak krisis keuangan.

Minyak juga memulihkan beberapa kerugian dari penurunan satu hari terbesar sejak Perang Teluk pada 1991, didukung oleh ekspektasi untuk penyelesaian perang harga dan potensi penurunan output AS.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini