nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Karena Didemo, Ini Alasan Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 14:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 10 320 2181059 bukan-karena-didemo-ini-alasan-kemenhub-naikkan-tarif-ojek-online-qLicCVEq10.jpg Ojol (Okezone)

JAKARTA – Kenaikan tarif ojek online dinilai bukan dikarenakan tekanan dari para driver. Melainkan, karena alasan perkembangan ekonomi di wilayah Jabodetabek yang begitu cepat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menjelaskan, perkembangan ekonomi yang begitu cepat ini juga membuat pihaknya segera melakukan perhitungan. Perhitungan yang dilakukan sesuai dengan algoritma-algoritma yang sesuai dengan kenaikan tarif pada beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Soal Tarif Ojol Naik, Ini Tanggapan Grab hingga Gojek

"Perkembangan ekonomi di Jakarta cepat sekali. Kita juga mendengarkan aspirasi dan diskusi dan sebagainya kita melakukan perhitungan kembali," ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Selain itu lanjut Budi, saat ini ada perubahan regulasi dalam menetapkan tari ojek online yang baru. Dalam aturan Kementerian Perhubungan, evaluasi dilakukan setiap 3 bulan sekali, namun dalam regulasi baru evaluasi dilakukan setiap 1 tahun sekali.

 Baca juga: 8 Catatan YLKI Soal Kenaikan Tarif Ojek Online, Apa Saja?

"Kalau di regulasi kita kan 3 bulan sekali. Tapi sekarang kan tidak boleh lagi kalau boleh sekarang 1 tahun sekali makannya bisa kita lakukan," jelasnya.

Lewat survey yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan pun, masyarakat mengaku tidak masalah dengan kenaikan tarif ojol ini. Apalagi kenaikan iuran BPJS Kesehatan juga sudah dibatalkan oleh Mahkahmah Agung.

"Kalau enggak salah kan gara-gara BPJS Kesehatan. Kalau sekarang kan sudah batal. Itu salah satu indikatornya. Yang lain masih banyak lagi," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini