Perusahaan Ini Catat Tren Positif di Tengah Maraknya Virus Korona

Selasa 10 Maret 2020 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 320 2181268 perusahaan-ini-catat-tren-positif-di-tengah-maraknya-virus-korona-w26daw9RoY.jpg Dolar (Reuters)

JAKARTA - Banyak perusahaan yang merugi akibat dari penyebaran virus Korona atau Covid-19. Namun dibalik kerugian tersebut, ada juga yang mendapatkan keuntungan dari wabah yang telah menelan banyak korban.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (10/3/2020), di tengah ketidakpastian, berikut ini adalah beberapa perusahaan yang mencatat tren positif:

Baca juga: Waspada Virus Korona, Usai Pegang Uang Kertas Jangan Sentuh Wajah

- Inovio: nilai saham mereka telah meningkat lebih dari dua kali lipat sesudah wabah. Vaksin mereka yang disebut INO-4800 dikembangkan menggunakan DNA virus alih-alih menggunakan metode tradisional yang biasanya dilakukan dengan menguji coba virus yang dimatikan.

- Modern: saham meningkat 42% ketika mereka mengumumkan pengiriman vaksin ekeperimental melawan virus corona ke National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat untuk uji coba klinis terhadap manusia.

- Novavax: ketika mereka melaporkan adanya perkembangan riset pencarian vaksin beberapa pekan lalu, saham mereka meningkat 20%.

Baca juga: Sederet Langkah IMF hingga Bank Dunia Antisipasi Dampak Virus Korona terhadap Perekonomian

- Regeneron Pharmaceuticals : mengembangkan perawatan virus corona. Ini merupakan salah satu perusahaan indeks S&P 500 di Wall Street yang mengalami kenaikan 10% harga sahamnya minggu lalu sementara saham lain di indeks tersebut jatuh drastis dalam pekan terburuk perdagangan saham sejak krisis finansial 2008.

- Top Glove: produsen sarung tangan medis terbesar di dunia.

- K12 : spesialis pendidikan daring untuk anak-anak. Minggu lalu saham mereka melonjak 19%.

- Zoom Video: menyediakan layanan konferensi video untuk perusahaan.

Baca juga: Benarkah Virus Korona Bisa Menyebar lewat Uang? Begini Penjelasannya

- Teladoc: layanannya adalah menghubungkan dokter dengan pasien secara daring. Sahamnya meningkat hampir 10% minggu ini, dan 50% dalam tahun ini.

- Netflix: sekalipun saham mereka meningkat tipis saja dalam beberapa hari belakangan, tetapi akumulasi peningkatan hampir mencapai 15%.

- Amazon: saham mereka turun di beberapa hari terakhir, namun tak sebanyak daripada penurunan pada umumnya.

- YouTube : tak ada performa yang spektakuler, tetapi perusahaan induk mereka Alphabet memiliki posisi yang sangat baik.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini