Persiapan Mudik, Kemenhub Fokus pada Jalur Cileunyi- Nagreg- Limbangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 320 2181587 persiapan-mudik-kemenhub-fokus-pada-jalur-cileunyi-nagreg-limbangan-kCVKraoGOs.jpg Dirjen Perhubungan Darat. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menaruh fokus pada kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur Cileunyi- Nagreg- Limbangan. Hal ini dibahas dalam rapat persiapan Angkutan Lebaran 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, sebelumnya jalur tersebut tidak menjadi perhatian beberapa tahun lalu. Namun sejak adanya penambahan infrastruktur jalan tol, menjadi pengamatan pemerintah.

“Setelah adanya jalan Tol layang dan jalan Tol Trans Jawa persoalan yang harus kita perhatikan yaitu dari Cileunyi, Nagreg, Limbangan, sampai Garut,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Cuti Bersama Ditambah Demi Mudahkan Pengaturan Arus Balik Mudik Lebaran

Budi menyebutkan bahwa pekerjaan konstruksi pada simpang Cileunyi akan dihentikan pada H-10 Lebaran dan akan dibuka seperti semula. Selain itu, Tol Cisumdawu akan difungsionalkan sepanjang 10 km.

“Yang semula masuk lewat Jatinangor dan keluar di Cimalaka, namun tol yang akan difungsionalkan mulai dari Rancakalong hingga Cimalaka. Saya sudah meminta kepada Pak Sigit sebagai Direktur Lalu Lintas Jalan yang baru bahwa persoalan di Limbangan harus kita cermati seperti lokasi hambatan sampingnya di mana,” jelas Budi.

Baca Juga: Siap-Siap, Tiket Kereta Mudik Lebaran Bisa Dipesan saat Valentine

Menurutnya, dari mulai Cileunyi sampai dengan ke Cicalengka kondisi jalan memang nampak sudah cukup lebar tapi hambatan sampingnya begitu banyak mulai dari mobil parkir, kendaraan lawan arus, atau warung. Sementara pada pasar Limbangan ada permasalahan hambatan samping seperti angkot akibat tidak optimalnya sub terminal yang terpakai oleh kios dan warung. Selain itu di Simpang Cagak menuju Garut dan Tasikmalaya ada konflik perpindahan kendaraan antar lajur akan diatasi penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) dan Variable Message Sign (VMS).

Budi menyatakan nantinya di sekitar wilayah Limbangan akan ada pelebaran jalan hingga 2 meter ke samping sepanjang 20 km terlebih karena banyaknya hambatan samping di jalan seperti pedagang dan bus parkir. Hal ini untuk menambah kapasitas jalan sekitar pasar Limbangan.

“Ini butuh penanganan. Nanti kalau dibiarkan terus, nanti akan menjadi hambatan. Ini sebuah kesatuan, begitu ada pembangunan underpass di Cileunyi menjadi sangat serius sekali. Selain penataan di Cileunyi, ada di Limbangan, saya sudah pernah diskusi dengan Dirjen Bina Marga apakah memungkinkan diletakkan concrete barrier yang sifatnya permanen tapi tadi dampaknya akan sempit,” jelasnya lebih lanjut.

Dirjen Budi juga menjelaskan akan disediakan alternatif gate tol yang dapat mengurangi beban lalu lintas di gerbang tol Cileunyi pada Km 148 keluar di Gede Bage dan Km 149 keluar di Gelora Bandung Lautan Api.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini