Aset Industri Pembiayaan Tembus Rp514 Triliun, Naik 2,6%

Kamis 12 Maret 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 320 2182184 aset-industri-pembiayaan-tembus-rp514-triliun-naik-2-6-KdHZOU5JtA.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budiawan melaporkan aset industri pembiayaan sebesar Rp518,14 triliun pada Desember 2019. Aset ini meningkat sebesar Rp13,38 triliun atau 2,65% dibanding periode yang sama tahun 2018.

“Adapun total pembiayaan sebesar Rp452,22 triliun meningkat sebesar Rp18,42 triliun atau tumbuh sebesar 3,66% dibanding tahun 2018 lalu," katanya seperti dikutip KRJogja, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga: 8 BUMN Patungan Bentuk Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur

Berdasarkan jenis kegiatan usaha, pembiayaan didominasi oleh pembiayaan multiguna sebesar Rp274,84 triliun atau sebesar 61% pembiayaan investasi sebesar Rp 134,83 triliun sebesar 30%.

Dia menjelaskan objek pembiayaan didominasi oleh barang konsumtif sebesar Rp317,15 triliun sebesar 68% yang didalamnya didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp300,58 triliun sebesar 64%, diikuti barang produktif sebesar Rp124,17 triliun sebesar 26% yang didalamnya didominasi oleh mobil pengangkutan sebesar Rp49,23 triliun sebesar 40%.

Baca Juga: Laba Naik, OJK Sebut 88% Perusahaan Pembiayaan RI dalam Kondisi Sehat

Dari sisi sumber pendanaan, industri pembiayaan memiliki total sumber pendanaan sebesar Rp347,68 triliun menurun sebesar Rp8,90 triliun atau turun sebesar -2,5% dari tahun lalu. Adapun komposisi pendanaan terdiri dari pinjaman sebesar Rp279,08 atau 80% dan penerbitan surat berharga sebesar Rp68,60 triliun atau sekitar 20%.

“Laba perusahaan pembiayaan tahun 2019 industri sebesar Rp18,13 triliun meningkat sebesar Rp2,11 triliun atau tumbuh sebesar 13,14%. Adapun kredit bermasalah sebesar Rp11,28 triliun atau dengan nilai NPF Gros sebesar 2,40%. Nilai tersebut menurun sebesar Rp 0,98 triliun atau turun sebesar 7,98%," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini