NEW YORK - Harga minyak mentah merosot 7% setelah pembatasan perjalanan dari Eropa diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Banjir pasokan yang datang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga turut memberi tekanan pada harga minyak.
Melansir Reuters, Jumat (13/3/2020), minyak mentah Brent LCOc1 turun USD2,57 atau 7,2% menjadi USD33,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate Texas CLc1 turun USD1,48 atau 4,5% menjadi USD31,50.
Baca Juga: Trump Larang Perjalanan dari Eropa, Harga Emas Naik Tipis
Permintaan minyak global akan dikontrak pada 2020 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Badan Energi Inernasional pekan ini telah menurunkan perkiraan tahunannya hampir 1 juta barel per hari atau 1% dari permintaan global.
Permintaan pada kuartal pertama telah mengalami penurunan tajam di tahun ini. Sebagian besar karena dampak virus korona pada aktivitas ekonomi di China.
"Minyak mentah Brent tampaknya siap untuk menjual 10% lagi di sini karena prospek permintaan sepertinya hanya akan semakin buruk," ujar analis senior pasar OANDA di New York Edward Moya.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Hampir 10%
Baik Brent maupun WTI turun sekitar 50% dari pencapaian tertingginya pada Januari lalu. Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesarnya dalam satu hari sejak Perang Teluk 1991 setelah perang harga yang dinyatakan Arab Saudi.
Contango Brent enam bulan yang menyebar dari LCOc1-LCOc7 mulai Mei hingga November melebar hingga USD7,31 per barel. Level ini belum pernah terlihat sejak Januari 2015.