Bandara Dhoho Kediri di Balik Investasi Gudang Garam Rp9 Triliun

Irene, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 320 2183324 bandara-dhoho-kediri-di-balik-investasi-gudang-garam-rp9-triliun-6hg3uUBucj.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Jawa Timur akan segera dilengkapi bandara alternatif selain Bandara Juanda untuk menuju Jawa Timur yang kini dinilai telah terlampau padat. Bandara di Kediri dinamakan Bandara Dhoho Kediri.

Groundbreaking akan segera dilakukan pada April mendatang. Selain itu perampungan proyek diharapkan selesai selama dua tahun. Nilai investasi bandara ini pun tak main-main yakni mencapai Rp9 triliun.

Pada Minggu (15/3/2020), Okezone merangkum fakta terkait Bandara Kediri.

 

1. Jadi Proyek Strategis Nasional dan Bandara Alternatif Menuju Jatim

Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Tidak hanya itu, Bandara Dhoho Kediri ini juga digadang menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain dari Bandara Juanda Surabaya.

 

2. Kerjasama AP I dan Gudang Garam

PT Angkasa Pura I (Persero) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Gudang Garam Tbk terkait rencana kerjasama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur.

“Kami sangat antusias dapat menuangkan suatu rencana kerjasama yang baik antara Angkasa Pura I dengan Gudang Garam terkait pengelolaan Bandara Dhoho di Kediri di Jawa Timur,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

3. Dibangun Mulai 15 April 2020

Bandara Dhoho Kediri akan segera dibangun pada 15 April 2020. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Dirinya mengatakan bandara ini akan dilakukan groundbreaking pada 15 April 2020 mendatang.

Hal serupa juga diutarakan Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta. Istata mengatakan pembangunan bandara ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan April. "April siap," katanya.

4. Gudang Garam Gelontorkan Rp9 Triliun

 

Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta mengatakan untuk membangun bandara di Kediri ini, perusahaan harus menggelontorkan dana hingga Rp9 triliun. Dimana pendanaan pembangunan tersebut berasal dari internal kas perusahaan.

"Nilai investasi tadinya Rp1-10 triliun. Tapi sekarang kita melihat bisa Rp6 triliun-Rp9 triliun," kata Istata, Selasa (10/3/2020).

 

5. Pembebasan Lahan 100%

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan saat ini pembebasan lahan untuk bandara tidak ada masalah, karena sudah sepenuhnya dibebaskan. Pasalnya, bandara ini masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN).

"Lahan hampir 100% karena kita didukung penuh pemerintah karena ini salah satu proyek strategis nasional," katanya.

Senada juga dengan yang dikatakan Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta. Dirinya menyebut pembebasan lahan tak menemui kesulitan yang berarti mengingat pembangunan juga didukung oleh masyarakat sekitar.

"Soal pembebasan lahan sudah akan 100%. Karena kita didukung penuh oleh pemerintah. Dan bandara Kediri merupakan salah satu program strategis nasional. Jadi kelihatannya, dari masyarakat setempat pun sangat membantu. Dan praktis sudah hampir tuntas," tutur Istata.

 

6. Dibangun di Desa Grogol dan Desa Bulusari

Selain itu, Faik juga menjelaskan rencananya, Bandara Dhoho Kediri ini akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke Pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sementara jarak dari Bandara Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Bandara Abdul Rachman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 hingga 4 jam.

"Jadi memang, posisi bandara ini bandara Dhoho akan dibangun di Desa Grogol kecamatan Grogol jaraknya 13 Km dari pusat kota kediri atau waktu tempuhnya sekitar 30 menit," kata Faik.

7. Target Rampung 2 Tahun

 

Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta menyebut pembangunan Bandara Dhoho Kediri akan memakan waktu kurang lebih 2 tahun lamanya. Namun pihaknya mengatakan tetap mengutamakan kualitas.

"Target di tahun kalau target dua tahun kami sih maunya dua tahun. Tapi kalau meleset yang penting buat kami kualitas lah. Timing lebih penting tapi kualitas lebih pentinglah," jelasnya.

8. Dibangun Seluas 13.558 Meter Persegi, Kapasitas 1,5 Juta Penumpang

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi memaparkan Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektare dengan dimensi runway 2.400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

"Untuk luasannya sampai 3.300 meter sehingga memang dimungkinkan didarati pesawat besar. Dan kemudian terminal juga akan dibangun sekitar 26.350 meter. Jadi dari sisi spesifikasi bandara dibutuhkan untuk pesawat berbadan besar," kata Faik

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini