JAKARTA - Jawa Timur akan segera dilengkapi bandara alternatif selain Bandara Juanda untuk menuju Jawa Timur yang kini dinilai telah terlampau padat. Bandara di Kediri dinamakan Bandara Dhoho Kediri.
Groundbreaking akan segera dilakukan pada April mendatang. Selain itu perampungan proyek diharapkan selesai selama dua tahun. Nilai investasi bandara ini pun tak main-main yakni mencapai Rp9 triliun.
Pada Minggu (15/3/2020), Okezone merangkum fakta terkait Bandara Kediri.
1. Jadi Proyek Strategis Nasional dan Bandara Alternatif Menuju Jatim
Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Tidak hanya itu, Bandara Dhoho Kediri ini juga digadang menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain dari Bandara Juanda Surabaya.
2. Kerjasama AP I dan Gudang Garam
PT Angkasa Pura I (Persero) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Gudang Garam Tbk terkait rencana kerjasama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur.
“Kami sangat antusias dapat menuangkan suatu rencana kerjasama yang baik antara Angkasa Pura I dengan Gudang Garam terkait pengelolaan Bandara Dhoho di Kediri di Jawa Timur,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Jakarta, Selasa (10/3/2020).
3. Dibangun Mulai 15 April 2020
Bandara Dhoho Kediri akan segera dibangun pada 15 April 2020. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.
Dirinya mengatakan bandara ini akan dilakukan groundbreaking pada 15 April 2020 mendatang.
Hal serupa juga diutarakan Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta. Istata mengatakan pembangunan bandara ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan April. "April siap," katanya.