Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April 2020

Irene, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 20 2183617 batas-lapor-spt-diperpanjang-hingga-30-april-2020-8HpZ37vbEl.jpg Pajak (Ilustrasi: Reuters)

JAKARTA – Pelayanan perpajakan yang di lakukan di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia ditiadakan. Meski demikian, wajib pajak tetap dapat dilakukan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan maupun Masa melalui sarana pelaporan elektronik atau online (e-filing/e-form) di laman www.pajak go.id. Pelaporan SPT Masa juga dapat dikirim lelaui pos tercatat.

Melansir keterangan resmi Ditjen Pajak, Minggu (15/3/2020), untuk memberi kemudahan dan kepastian kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2019, Ditjen Pajak akan memberikan relaksasi batas waktu pelaporan dan pembayaran sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenai sanksi keterlambatan. Sementara untuk SPT Masa PPh Pemotongan atau Pemungutan untuk Masa Pajak Februari 2020, relaksasi batas waktu pelaporan sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenakan sanksi keterlambatan namun batas waktu pembayaran tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Virus Korona, Pelayanan di Kantor Pajak Ditiadakan hingga 5 April 2020

Adapun SPT Tahunan dapat dilakukan secara mandiri dengan panduan yang terdapat dalam laman www.pajak.go.id atau pada akun media sosial resmi DJP. Para wajib pajak tetap dapat berkonsultasi dengan Account Representative melalui telepon, email, chat maupun saluran komunikasi online lainnya.

Wajib pajak juga dapat mengajukan berbagai permohonan perpajakan lain secara online seperti permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) baru melalui eRegistration dilaman https://ereg.pajak.go.id, Permohonan EFIN (Electronic Filing Identification Number) dan aktivasi EFIN baru dapat dilakukan

melalui email resmi masing-masing KPP yang diumumkan melalui papan pengumuman di KPP, akun media sosial KPP atau di laman www.pajak.go.id/unit-kerja.

Baca Juga: Bebas Pajak Berlaku, Bea Impor Dibebaskan untuk 19 Sektor Manufaktur

Sedangkan layanan EFIN dapat dilakukan melalui telepon ke Kring Pajak 1500200 atau melalui telepon atau email resmi masing-masing KPP yang diumumkan melalui papan pengumuman di KPP, akun media sosial KPP atau di laman www.pajak.go.id/alamat_KPP.

Selama masa pembatasan pelayanan perpajakan ini, proses komunikasi dalam rangka pengawasan dan pemeriksaan pajak juga akan dilakukan melalui surat menyurat, telepon, email, chat, video conference dan saluran online lainnya. Namun demikian, seluruh kantor di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak tetap beroperasi, meski sebagian besar pegawai akan melakukan pekerjaannya dari rumah masing-masing.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini