Neraca Dagang Februari Surplus USD2,34 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 20 2183970 neraca-dagang-februari-surplus-usd2-34-miliar-FSvJswfB32.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2020 mengalami surplus sebesar USD2,34 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang defisitnya mencapai USD0,33 miliar.

Surplus ini disebabkan kenaikan pada angka ekspor dan turunnya impor di Februari. Adapun ekspor di Februari USD13,94 miliar dan impor USD11,60 miliar.

Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan Januari 2020, BI: Impor Barang Konsumsi dan Modal Naik

"Dengan melihat perkembangan ekspor impor. Neraca dagang kita mengalami surplus USD2,34 miliar. Cukup besar surplus kita. Lebih disebabkan karena impornya turun dan ekspornya naik," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/3/2020).

Adapun angka impor mencapai USD11,60 miliar pada februari 2020. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 18,69% yang mencapai USD14,27 miliar.

Baca juga: Efek Domino Virus Korona pada Ekspor-Impor Indonesia

Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan 5,11%. Adapun pada periode Januari 2019 lalu, impor Indonesia mencapai USD12,23 miliar. Sementara ekspor mencapai USD13,94 miliar pada Februari 2020. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 72,24%% yang mencapai USD13,64 miliar.

Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami kenaikan 11%. Pada periode Februari 2020 lalu, ekspor hanya mencapai USD12,56 miliar. Kontribusi terbesar dari ekspor di Februari berasal dari sektor non migas dengan angka mencapai USD13,12 miliar. Sementara untuk ekspor migas hanya mencapai USD820 juta saja. Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekspor non migas naik 14,64%. Sementara ekspor non migas justru turun dari USD1,1 miliar menjadi USD820 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini