Defisit Neraca Perdagangan Januari 2020, BI: Impor Barang Konsumsi dan Modal Naik

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 320 2170153 defisit-neraca-perdagangan-januari-2020-bi-impor-barang-konsumsi-dan-modal-naik-P5DmHoticy.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai defisit neraca perdagangan pada awal tahun ini dipengaruhi menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas akibat kenaikan impor barang konsumsi dan barang modal untuk kegiatan produktif, di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan kondisi global yang belum kuat.

Adapun neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2020 mencatat defisit USD0,86 miliar atau meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar USD0,06 miliar.

“Defisit neraca perdagangan migas meningkat didorong oleh menurunnya ekspor migas, meskipun impor migas juga telah lebih rendah dari bulan sebelumnya,” tulis BI dalam keterangannya, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Efek Domino Virus Korona pada Ekspor-Impor Indonesia

Neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2020 tercatat surplus USD0,32 miliar atau menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,94 miliar. Perkembangan tersebut satu sisi dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas yakni impor barang konsumsi dan barang modal seperti kendaraan dan bagiannya.

Baca Juga: Bukan Virus Covid-19, Defisit Neraca Dagang Januari karena Harga Komoditas

Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas belum kuat, terutama akibat menurunnya ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati serta komoditas bijih, kerak, dan abu logam yang menurun, sedangkan ekspor komoditas logam mulia, perhiasan/permata serta besi dan baja meningkat sejalan dengan permintaan global yang masih kuat.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Januari 2020 meningkat menjadi sebesar SD1,18 miliar, dari defisit USD1,00 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan defisit tersebut akibat kinerja ekspor migas yang menurun sejalan dengan menurunnya ekspor minyak mentah dan gas, meskipun impor migas juga menurun baik dalam bentuk hasil minyak dan gas.

Bank Indonesia memandang neraca perdagangan Januari 2020 mengindikasikan permintaan domestik yang tetap baik. Peningkatan impor barang konsumsi menggambarkan daya beli yang tetap terjaga, sementara peningkatan impor barang modal mencerminkan keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif.

“Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” tulis keterangan BI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini