Tom Lembong: Kesampingkan Dulu Ekonomi, Waktunya Selamatkan Nyawa

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 320 2183996 tom-lembong-kesampingkan-dulu-ekonomi-waktunya-selamatkan-nyawa-XCfC5GHkK0.jpg Thomas Trikasih Lembong (Foto: Dokumentasi Setkab)

JAKARTA - Kondisi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia kian meluas. Namun, situasi ini masih saja dianggap berbagai pihak sebagai situasi yang "enteng".

Mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong pun menyatakan hal menghentakkan. Menurutnya, perlu diprioritaskan langkah-langkah publik dan saat ini merupakan waktunya untuk menyelamatkan nyawa daripada mementingkan ekonomi.

Baca juga: Karyawan Manufaktur Bergaji Rp16 Juta per Bulan Bakal Bebas Pajak

"Mari kesampingkan dulu soal Ekonomi, prioritaskan langkah-langkah Kesehatan Publik. Ini waktunya untuk selamatkan nyawa. Let’s put to the side Economic considerations for now, prioritize Public Health measures. This moment is for saving lives," demikian tulis Thomas, dalam postingan Twitternya, seperti dikutip Senin (16/3/2020).

Dalam postingan tersebut, Tom juga membagikan sebuah laman yang berisi mengenai analisa ekonomi Jim Cramer. "Ini bukan masa yang normal," ujar Cramer menyikapi situasi ekonomi di tengah Virus Covid-19.

Baca juga: Antisipasi Dampak Virus Korona, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Utama

Cramer meminta anggota parlemen untuk belajar dari krisis keuangan dan mengambil tindakan untuk menghindari krisis. Dia merinci bagaimana idenya tentang intervensi besar-besaran yang perlu dilakukan oleh federal untuk membantu petugas dan pejabat kesehatan dalam menangani wabah virs korona yang menyebar dengan cepat.

Menurutnya, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengalahkan covid-19 adalah dengan melakukan skenario terburuk yakni mengambil risiko resesi.

"Kita perlu memperlambat penyebaran virus ini dan berarti menentang aturan mengenai pengumpulan, aturan yang membuat orang tetap di rumah, aturan yang sangat buruk untuk bisnis," kata Cramer. "Itu sebabnya kita membutuhkan intervensi federal besar-besaran untuk menjaga bisnis tetap bertahan."

Cramer merekomendasikan agar para pembuat undang-undang memikirkan tentang penundaan pajak grosir. Skenarionya, Departemen Keuangan AS meminjam USD500 miliar dengan suku bunga rendah untuk mendanai pemerintah dan mengembalikan pajak setelah wabah COVID-19 diselesaikan.

Untuk mencegah usaha kecil dari kebangkrutan, Cramer menyarankan pemerintah menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada perusahaan yang mempertahankan jumlah pegawai mereka dan menawarkan cuti sakit yang dibayar.

Para pejabat harus melembagakan dukungan pemerintah dan jaminan kredit bergulir untuk mengurangi tekanan pada bank, membatasi kemungkinan krisis keuangan.

"Pemerintah dapat membeli minyak dengan harga rendah untuk cadangan minyak strategis untuk membantu menghentikan harga minyak jatuh lebih rendah dan mencegah produsen minyak mentah Amerika mengalami kebangkrutan," katanya.

Sebagai produsen minyak terbesar dunia, menurutnya, kasus terburu adalah membeli terlalu banyak minyak mentah sehingga kita bisa menjual pada tingkat yang lebih tinggi ketika ekonomi pulih.

Jim Cramer adalah seorang host di sebuah stasiun swasta dalam program Mad Money. Jim Cramer merupakan doktor lulusan Harvard University.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini