Share

Antisipasi Dampak Virus Korona, Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan Utama

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 320 2182756 antisipasi-dampak-virus-korona-pemerintah-jamin-ketersediaan-pangan-utama-gCtLBlA3i6.jpg Pangan (Okezone)
JAKARTA – Di tengah dampak virus korona ke perekonomian, Pemerintah mengeluarkan kebijakan pangan. Di mana, harus menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi penduduk dengan harga terjangkau.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, pangan utama dan strategis yang dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng.

Baca juga: BP Jamsostek Siapkan Stimulus Tangkal Covid-19 untuk Lindungi Pekerja

“Dalam rentang waktu 6 bulan ke depan (Mare- Agustus 2020), termasuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis dipastikan aman,” ujarnya, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Sebagian besar, lanjutnya, pemenuhan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri. Hanya saja, komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih melalui impor.

Baca juga: Industri Penerbangan Sepi, Maskapai Eropa Terpaksa 'Buang-Buang' Bahan Bakar

“Bagi beberapa komoditas yang pemenuhannya masih melalui impor terdampak COVID-19 secara global, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses penerbitan rekomendasi impor,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, sampai dengan tanggal 10 Maret 2020, Kementerian Pertanian telah menerbitkan 37 Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Salah satunya adalah rekomendasi impor bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton, di mana sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

“Pemerintah juga terus mencarikan negara produsen bawang putih selain Tiongkok, di antaranya adalah India, Mesir, Bangladesh, dan beberapa negara lain,” ujarnya.

Hadir dalam konferensi pers ini antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, dan Direktur Kepesertaan BP Jamsostek Ilyas Lubis.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini