Karantina Khusus Corona Bakal Dibuka untuk Tingkatkan Wisman Asing ke Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 320 2184291 karantina-khusus-corona-bakal-dibuka-untuk-tingkatkan-wisman-asing-ke-indonesia-4JZaJXwQXY.jpeg Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)

JAKARTA - Pariwisata menjadi sektor yang paling besar terkena dampak mewabahnya virus corona. Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia menurun dratis karena wabah corona meluas ke banyak negara di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, sekarang pemerintah sedang merumuskan upaya untuk bisa mendorong jumlah kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri. Caranya dengan membuat badan karantina khusus wisatawan asing tersebut.

Baca Juga: Upaya Menahan Gempuran Virus Korona pada Industri Pariwisata

"Kami berfikir sekarang, (bagaimana) negara yang diduga terkena virus korona, kami mau bikin (tempat) karantina selama 14 hari sebelum datang ke Indonesia. Ini seperti yang dilakukan banyak negara seperti Singapura dan lainnya," ujarnya, saat teleconference di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat penurunan tingkat okupansi di sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia mencapai hingga 50% sejak awal tahun hingga saat ini.

Baca Juga: Pandemi Korona, Erick Thohir Batalkan Konferensi Pers

Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70% sejak merebaknya wabah Covid-19. Namun, Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun terjadi penurunan kunjungan wisatawan.

Penurunan drastis kunjungan wisatawan ini berdampak langsung pada kesejahteraan karyawan pariwisata, seperti Ni Wayan Tini dan Ni Komang Wahyuni, yang bekerja paruh waktu di Rai Water Sport. Menurut Tini, mereka biasa mendapatkan banyak bonus dari tamu, selain gaji bulanan.

"Cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari dan bekal anak sekolah. Kalau sekarang ya tidak ada lagi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini