Imbas Virus Corona, Menkeu Prediksi Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 4,9%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 20 2185455 imbas-virus-corona-menkeu-prediksi-ekonomi-ri-kuartal-i-tumbuh-4-9-7egxmVfgnB.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 akan mengalami tekanan dan hanya tumbuh 4,5 hingga 4,9%. Hal itu, imbas dari wabah virus corona yang menyebar begitu cepat.

Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, angka pertumbuhan ekonomi ini masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara di dunia. Salah satu contohnya saja adalah CHina, yang mana pertumbuhan ekonominya justru berada di angka negatif

 Baca juga: Jika Lockdown, Sri Mulyani Sudah Siap kan Anggarannya

"Pertumbuhan ekonomi ini capai 4,5% sampai 4,9% tapi ini beberapa faktor cukup positif dibandingkan China yang mengalami negatif," ujarnya dalam acara video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan pemerintah akan mulai mengencangkan sabuk pengaman dalam menghadapi virus Corona ini. Sehingga ekonomi di kuartal II-2020 bisa kembali tumbuh tinggi sesuai dengan proyeksi.

 Baca juga: Virus Corona Berdampak ke Ekonomi, Akankah Stagflasi?

Oleh karena itu, pemerintah akan terus berhati-hati dalam menyikapi wabah virus corona ini. Karena jika tak berhati0-hati dalam mengambil kebijakan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja akan anjlok seperti halnya Italia ataupun Jepang.

"Kita akan sangat hati-hati di kuartal kedua yang mana modelling corona virus terjadi di China, Jepang dan Italia karena penyebarannya," jelasnya.

 Baca juga: Siapkan Stimulus Ketiga Tangkal Corona, Sri Mulyani: Fokus di Kesehatan

Sri Mulyani mengaku akan terus memantau perkembangan ekonomi secara keseluruhan hingga tahun 2020. Hal ini agar proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak meleset dan tertekan.

"Ini kita lihat keseluruhannya agar pertumbuhan ekonomi ini tidak tertekan dengan semua kondisi yang terjadi saat ini," kata Sri Mulyani.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini