Tidak Ada Kepastian, BI Pangkas Proyeksi Ekonomi Dunia Jadi 2,5%

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 20 2185863 tidak-ada-kepastian-bi-pangkas-proyeksi-ekonomi-dunia-jadi-2-5-ywuPLBsWLm.png Bank Indonesia Video Conference Hasil Rapat Dewan Gubernur BI. (Foto: Okezone.com/YouTube)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan proyeksi penurunan ekonomi dunia menjadi 2,5% dari prakiraan sebelumnya sebesar 3%. Penurunan terjadi karena tidak ada kepastian untuk ekonomi global di tengah virus corona.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penyebaran Covid-19 yang cepat di luar China memberikan ketidakpasitan pada ekonomi dunia, karena virus ini sudah menyebar ke-159 negara tidak hanya di Asia, tapi ke AS dan Eropa.

Baca Juga: Corona Ungkit Krisis 2008, Sri Mulyani: Dulu yang Sakit Korporasi, Sekarang Manusianya

"Perkembangan ini membuat kepastian tinggi dan menurunkan kinerja pasar keuangan global, menekan mata uang dunia termasuk Rupiah," ujarnya, dalam telekonferensi, Kamis (19/3/2020).

Kemudian bila dilihat dari prospek ekonomi dunia juga menurun akibat mata rantai penawaran global melemah, permintaan dunia melemahnya dan permintaan pelaku ekonomi menurun. Seperti Indeks Keyakinan Pelaku Ekoni, PMI dan konsumsi serta produksi listrik, semua menunjukkan penurunan yang tajam.

Baca Juga: Virus Corona Meluas, Resesi Global Makin Terasa

"Kami perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global, kami revisi ke bawah menjadi 2,5% dari sebelumnya 3% dan keduanya lebih rendah dari ekonomi 2019. Dengan risiko cenderung bisa ke bawah," ujarnya.

Namun demikian, pasca-berakhirnya Covid-19, BI perkirakan pertumbuhan ekonomi global meningkat menjadi 3,7% atau lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya yaitu 3.4% pada 2021.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini