Berbeda dengan 1998, UMKM Dinilai Tak Bisa Menahan Dampak Ekonomi dari Corona

Kamis 19 Maret 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 320 2185827 berbeda-dengan-1998-umkm-dinilai-tak-bisa-menahan-dampak-ekonomi-dari-corona-FSaZumnnXY.jpg Ilustrasi UMKM (Foto: okezone)

JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 akan berdampak kepada perekonomian negara. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru menjadi sektor paling rentan kena hantamannya.

Sektor ini disebut ekonom tak bisa lagi menjadi penyangga perekonomian seperti saat krisis ekonomi dan keuangan 1998 dan 2008.

 Baca juga: Presiden Jokowi: Pelaku UMKM Bisa Maksimalkan Pelayanan Online

Saat Indonesia mengalami krisis moneter 1998, UMKM menjadi penyangga ekonomi nasional. Menyerap tenaga kerja, dan menggerakan perekonomian. Sementara 2008 di masa krisis keuangan global, UMKM tetap kuat menopang perekonomian.

Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan sektor UMKM tetap tak bisa menahan krisis yang disebabkan Covid-19. Hal ini dikarenakan sangat berbeda bentuk krisisnya.

 Baca juga: IKM Terdampak Virus Corona Didorong Kembali Produktif

"Sangat berbeda dengan adanya Covid-19. Kalau krisis keuangan itu kan mereka yang tidak terafiliasi dengan sektor keuangan, nggak masalah. Banyak UMKM kita yang memang tidak pernah mendapatkan akses pembiayaan dari sektor finansial, ya aman-aman saja gitu kan," kata Enny Sri Hartati mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Enny melanjutkan, efek krisis ekonomi dan keuangan sebelumnya lebih terlokalisir di sektor-sektor tertentu. Kali ini, UMKM justru menjadi sektor yang paling rentan terhadap krisis ekonomi karena Covid-19.

 Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Menteri Teten: UMKM dan Koperasi Harus Naik Kelas

"Nah kalau Covid-19 ini kan sudah di ratusan negara, siapa pun nggak bisa dengan mudah terhindar," lanjut Enny.

Saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengendalikan penyebaran Covid-19. Sebab, menahan laju penyebaran Covid-19 akan berpengaruh terhadap perekonomian.

"Kalau hitung-hitungan ekonomi, kalau kita bandingkan nanti, kalau penyebaran tidak tertangani dan sampai lockdown, itu jauh lebih besar cost-nya daripada langkah-langkah yang diperlukan sekarang," kata Enny.

Selain itu, lanjut Enny, langkah untuk tetap meningkatkan daya beli masyarakat juga perlu segera direspon dengan cepat. "Apakah misalnya pembagian sembako, apakah misalnya bantuan langsung tunai. Itu emergency response yang bisa dilakukan," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini