Selain itu lanjut Bhima, saat ini surat utang pemerintah juga 28,5%nya dikuasai oleh investor asing. Aliran hot money yang deras di pasar surat utang jika berbalik arah akan timbulkan shock bagi rupiah.
Selain itu lanjut Bhima, ruang fiskal juga mengalami penyempitan. Selain itu, defisit anggaran juga melebar, sementara rasio pajak berada di bawah 10%.
"Ini menunjukkan peluang pemerintah lakukan stimulus sangat kecil dibandingkan kebutuhan riil ekonomi keseluruhan," jelasnya.
Kemudian lanjut Bhima defisit transaksi berjalan juga terus melebar hingga sebesar 2,7% pada 2019. Padahal, defisit transaksi berjalan menjadi tolak ukur penting dalam ketergantungan valas suatu negara.
"CAD yang melebar artinya kebutuhan valas makin meningkat, tapi tidak di imbangi pemasukan dari ekspor, pendapatan primer maupun jasa lainnya," kata Bhima.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.