nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pekerja Asal Indonesia yang Terkena Lockdown di California

Selasa 24 Maret 2020 15:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 24 320 2188313 cerita-pekerja-asal-indonesia-yang-terkena-lockdown-di-california-AvSER7XJo8.jpg Pekerja (Wikihow)

WASHINGTON - Gubernur California, Gavin Newsom, wajibkan 40 juta warganya untuk tinggal di rumah dan menutup berbagai tempat usaha yang non-essential atau tidak penting, sebagai upaya untuk meredam penyebaran virus corona.

Meskipun masyarakat setempat sudah banyak yang melakukan isolasi dengan sendirinya di rumah masing-masing, hal ini kembali menimbulkan kepanikan.

"Jadi yang tadinya orang ke supermarket seminggu sebelumnya itu udah penuh dan sebagainya udah mulai mereda, udah mulai agak normal, terus begitu ada pengumuman itu, jadi mereka langsung berasumsi bahwa benar-benar akan di lockdown, diisolasi, jadi mereka panik lagi," cerita Endah Redjeki, WNI di Pasadena, California mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

 Baca juga; Jika Berhasil Atasi Virus Corona, Trump Yakin Ekonomi Amerika Akan Meroket

Endah menambahkan, sekolah-sekolah di California pun juga sudah ditutup sejak minggu lalu. Para karyawan diminta untuk bekerja dari rumah dan para murid mendapatkan pengajaran melalui online.

Saat ini Endah Redjeki bekerja sebagai Dance Production Specialist di Santa Monica College, di Santa Monica, California. Sehari-harinya, Endah bertanggung jawab di bagian produksi pementasan dan berbagai acara lainnya. Semua acara yang telah dijadwalkan oleh kampus terpaksa dibatalkan, mengingat adanya larangan dan tidak ada kepastian kapan situasi ini akan berakhir.

"Dari pengumuman yang kita dapat dari presiden Santa Monica College itu, semua pembelajaran (dilakukan secara) online, terus kemudian staf dan sebagainya itu diminta untuk tinggal di rumah, itu sampai tanggal 16 Juni, karena tanggal 16 Juni itu adalah akhir semester untuk Santa Monica College," jelas Endah.

 Baca juga: Kongres AS Bahas Bantuan Ekonomi USD1,8 Triliun bagi UKM Terimbas Virus Corona

Pihak kampus lalu mengimbau para karyawan, termasuk Endah, untuk bekerja dari rumah. Karena memang pekerjaannya berhubungan dengan pertunjukan, kini Endah dihadapi tantangan yang baru.

“Kita lagi mau mencoba cara atau metode baru, misalnya kita bikin kayak semacam live streaming performance, anak-anak tuh (me)nari di masing-masing rumah, dalam arti tuh bentuknya bukan bentuk anak-anak nari langsung kita liat, tapi sudah dalam bentuk semacam video, yang sudah kita edit.” ujar Endah.

Sementara itu, Warga Indonesia, Peter Fung Then, pemilik restoran Borneo Kalimantan Cuisine dan tiga restoran lain bernama Uncle Fung Borneo Eatery di wilayah Los Angeles, California ikut merasakan dampak penutupan restoran akibat perebakan virus korona ini.

“Bisnisnya itu turun sampai 50-70 persen gitu," ujar Peter Fung Then.

Peter Fung Then, yang akrab disapa Koh Afung, terpaksa menutup dua restoran Uncle Fung Borneo Eaterynya. Dua diantaranya masih tetap beroperasi, namun sesuai imbauan, hanya melayani pesan bawa pulang.

 Baca juga: Langkah AS untuk Tenangkan Pasar Keuangan di Tengah Wabah Virus Corona

"Itu semua meja pun, disuruh bangku diangkat, terus meja semua dipinggirkan. Semua bangku harus dinaikkan. Sampai dari departemen kesehatannya juga telepon kita, make sure kita ikutin prosedur gitu, apa yang di instruksikan, jadi ya kita ikutinlah," kata Koh Afung.

Demi kesejahteraan ke-31 karyawannya, ia lalu membagi jam kerja mereka pada hanya dua restoran miliknya yang masih beroperasi.

"Permasalahannya saya ada empat restoran, karyawan saya banyak. Cuman saya juga prihatin kan, mereka butuh ini, butuh itu," ujar Koh Afung.

“Jadi hari kerjanya atau jam kerjanya jadi berkurang, tapi semua tetap ada pemasukan. Terus saya juga support mereka kayak mereka bisa tetap makan misalnya, ke restoran, terus di stok-in makanan-makananlah jadi mereka enggak perlu beli lagi, tinggal ambil aja," tambahnya.

Kondisi ekonomi yang serba tidak pasti ini yang menurut Koh Afung berdampak khususnya kepada para pengusaha. Ia berharap situasinya akan segera pulih.

"Waduh! Saya rasa kalau ini waktunya panjang yang susah sih pengusaha ya kayaknya. Soalnya kan ada landlord yang ngerti, ada landlord yang enggak mau ngerti, dia tetap minta kan. Apalagi kalau sewanya mahal," jelasnya.

Selain empat restoran miliknya, Koh Afung baru saja mengambil alih restoran Indonesia, Kasih, yang berlokasi di pusat kota Los Angeles sebagai CEO. Restoran Kasih saat ini tengah tutup, namun di bawah Koh Afung, rencananya akan dibuka kembali tanggal 5 April.

"Sewanya, waduh! Itu berat banget. Kalau enggak sampai pulih, waduh, saya enggak bisa ngomong apa-apa deh."

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini