Share

Sri Mulyani Ingin Terbitkan Obligasi untuk Perangi Covid-19, Bakal Langsung Dibeli BI

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 20 2192362 sri-mulyani-ingin-terbitkan-obligasi-untuk-perangi-covid-19-bakal-langsung-dibeli-bi-Q09EeHcg0y.jpg Bank Indonesia (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah bakal menerbitkan surat utang khusus untuk penanganan virus corona atau Covid-19. Saat ini pemerintah tengah menyusun aturan penerbitan surat utang tersebut, mengingat hal ini belum masuk dalam Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam aturan tersebut nantinya akan ada klausul khusus agar Bank Indonesia bisa membeli secara langsung. Selain itu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga bisa diperkenakan untuk ikut membeli surat utang yang dijual pemerintah.

 Baca juga: Sepanjang 2020, Total Emisi Obligasi dan Sukuk Tercatat di BEI Rp15,6 Triliun

"Penerbitan Pandemic Bond yang diperkirakan untuk melakukan langkah-langkah seperti yang dilakukan, yakni ada klausul sangat khusus, yakni kemungkinan dilakukannya pembiayaan melalui BI yang dapat membeli bond secara langsung," ujar dia dalam teleconfrence, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya, penerbitan pandemic bond dibuat untuk mencegah apabila market sangat volatile. Sehingga menimbulkan harga yang tidak rasional. Pasalnya, penyebaran virus corona akan semakin memberatkan perekonomian.

"Covid-19 belum bisa diatasi, penyebaran masih meningkat dan dampaknya ke ekonomi berat. Dampak ke keuangan akan terus semakin berat," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Tahun Depan, Obligasi Korporasi Diprediksi Tembus Rp175 Triliun

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan ada beberapa hal yang masih harus dipertimbangkan ketika menerbitkan recovery bond. Seperti misalnya bagaimana rincian skenario dan penerbitannya seperti apa hingga kemampuan pasar.

"Kita tidak ingin bunga SBN melonjak tinggi itu harus dihindari dengan demikian kenapa Perppu memungkinkan BI bisa ikut pasar perdana jadi kebutuhan pembiayaan terpenuhi suku bunga tidak terlalu tinggi," ucapnya

Menurut Perry, untuk bisa menerbitkan obligasi tersebut Kementerian Keuangan memang perlu menerbitkan peraturan perundang-undangan (Perppu) khusus. Sebab, saat ini ada keterbatasan pembelian surat utang oleh BI. Otoritas moneter tersebut hanya bisa membeli surat utang dari pasar skunder.

"Untuk jumlahnya kapan dan mulai kapan tunggu sabar, wong sabar itu subur," kata Perry.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini