Share

Penanganan Covid-19 Dituding BLBI hingga Bailout, Gubernur BI Angkat Bicara

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 02 20 2192858 penanganan-covid-19-dituding-blbi-hingga-bailout-gubernur-bi-angkat-bicara-rUERLFSCJj.jpeg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bahwa upayanya bersama pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi dari virus corona atau covid-19 jangan disamakan dengan BLBI atau masalah bailout Bank Century.

Perry mengatakan, dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2020, pembelian surat berharga negara (SBN) dan surat berharga syariah negara (SBSN) yang dilakukan oleh BI merupakan upaya terakhir.

 Baca juga: Sri Mulyani Ingin Terbitkan Obligasi untuk Perangi Covid-19, Bakal Langsung Dibeli BI

"Saya melihat sejumlah pemberitaan seolah-olah kita akan BLBI atau bailout. Ini sesuatu yang barangkali, itu saya pandang perlu diberikan pejelasan yang lebih baik," jelas Perry, Kamis (2/4/2020).

Dia melanjutkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Seri Mulyani sudah menjelaskan bagaimana defisit fiskal akan dilakukan.

 Baca juga: Sepanjang 2020, Total Emisi Obligasi dan Sukuk Tercatat di BEI Rp15,6 Triliun

Menkeu, kata dia, sudah mengatakan akan melakukan relokasi anggaran, akan menggunakan dana yang ada, silpa maupun dana yang ada di bawah lembaga yang menjadi kewenangannya pemerintah atau Kementerian Keuangan.

"Kami secara marathon akan membahas bersama bersama ibu Menkeu untuk melihat tambahan pembiayaan yang memang diperlukan dari pasar, setelah mempertimbangkan postur anggarannya, sumber dana yang ada," jelas dia.

Berdasarkan diskusinya dengan investor global, daya serap pasar akan SBN atau SBSN masih bagus. "Obrolan saya dengan investor global, kapasitas pasar masih bisa menyerap," ungkap dia.

Peran BI nantinya, kata Perry, adalah jika SBN atau SBSN tersebut mengalami kondisi yang tidak rasional. Misalnya, bunganya sudah tidak masuk akal.

"Jika suku bunga menjadi tidak rasional. Di sini pentingnya BI membeli SBN dari pasar primer, pasar perdana," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini