nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Menguat Respons Upaya Pemerintah Perangi Covid-19

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 21:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 03 278 2193862 rupiah-menguat-respons-upaya-pemerintah-perangi-covid-19-d3NZ29GY1F.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah berangsur membaik. Padahal, beberapa waktu lalu, Rupiah nyaris menyentuh level Rp17.000 per USD.

Pelaku pasar tampaknya mulai kembali ke Indonesia. Langkah pemerintah merespons ancaman virus corona ke perekonomian dinilai sudah tepat.

"Saya kira kepercayaan pelaku pasar domestik dan asing sudah membaik pasca press conference KKSK beberapa hari yang lalu," kata Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, Jumat (3/4/2020).

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

Apa yang dilakukan pemerintah itu dinilai memberikan kejelasan arah kebijakan pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 di satu sisi dan strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan di sisi lain melalui Perppu dan sejumlah kebijakan stimulus dari Kemenkeu, BI, OJK dan LPS.

"Saya yakin dengan policy guidance yang clear akan memperoleh support dari pelaku perbankan, keuangan dan sektor riil yang berujung pada kembalinya investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik," jelas dia.

Sejauh ini, dia melihat arah policy pemerintah sudah on the track.

"Tinggal yang diperlukan kecepatan eksekusinya di lapangan dibarengi dengan juklak atau juknis yang tepat sebagai panduan teknis di lapangan supaya semuanya tertib, transparan dan accountable," kata dia.

Sebagai informasi, premi CDS (Currency Default Swap) Indonesia 5 tahun naik ke 235,64 bps per 2 April 2020 dari 200,11 bps per 27 Maret 2020 dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi global seiring berlanjutnya penyebaran kasus COVID-19.

Berdasarkan data transaksi 30 Maret–2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp3,28 triliun dengan net beli di pasar SBN sebesar Rp4,09 triliun, sementara net jual di pasar saham sebesar Rp0,82 triliun.

Berdasarkan data setelmen 30 Maret – 2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp0,77 triliun. Selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat net jual Rp143,99 triliun.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini