Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pangkas Anak Cucu Perusahaan, Beban Usaha Pertamina Akan Berkurang

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 03 April 2020 |15:26 WIB
Pangkas Anak Cucu Perusahaan, Beban Usaha Pertamina Akan Berkurang
Pertamina (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan memangkas 25 anak cucu perusahaan yang tidak efektif. Pemangkasan ini nantinya akan dilakukan secara bertahap selama dua tahun.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penghapusan anak cucu usaha ini bisa menurunkan beban usaha Pertamina. Sebab, biaya operasional yang semula dibagi untuk beberapa anak perusahaan kini difokuskan untuk satu saja.

 Baca juga: Pangkas Anak Usaha, Bos Pertamina Pastikan Tidak Ada PHK

"Efesiensi pertama dampaknya tentu akan berpengaruh kepada penurunan beban usaha Pertamina. Kita bisa lebih fokus kepada perusahaan yang masih aktif," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (3/4/2020).

Nantinya lanjut Nicke, bagi perusahaan yang masih aktif juga akan dilakukan monitoring. Jika ada yang dianggap tidak efektif dan bertabrakan dengan bisnis perusahaan lain maka akan ditutup.

 Baca juga: Telkom, Garuda hingga Pertamina Tutup Sejumlah Anak Usaha, Bagaimana Nasib Karyawan?

Salah satu contohnya adalah perusahaan hulu migas yang dimiliki Pertamina yang mengelola satu Wilayah Kerja (WK) Migas. Jumlahnya cukup banyak yakni mencapai 77 perusahaan, sehingga nantinya akan dijadikan satu saja.

"Sedangkan perusahaan aktif kami akan bedakan mana perusahaan yang masih tetap ada karena secara hukum diminta. Contoh perusahaan di hulu ada 77 perusahaan mengelola 1 WK. ini akan ditutup kita setelah selesai," kata Nicke.

Contoh lainya adalah perusahaan yang menyediakan listrik untuk WK Migas yang juga akan dibentuk. Sebab perusahaan ini bertabrakan bisnisnya dengan BUMN lainya yakni PT PLN (Persero).

"Perusahaan kilang yang kita kerja sama dengan tempat lain. Yang menyediakan listrik juga akan dibentuk sendiri. tentu ini kan juga tutup setelah selesai," kata Nicke.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement