JAKARTA - Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar terhadap Rupiah dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level Rp16.430 per USD. Penguatan ini diyakini sebagai respons atas stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah dalam memerangi virus corona atau COvid-19.
Mengutip Bloomberg Dollar Index, Jumat (3/4/2020) pukul 17.17 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 65 poin atau 0,39% ke level Rp16.430 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp16.430-Rp16.505 per USD.
Okezone pun merangkum fakta-fakta terkini mengenai pergerakan nilai tukar Rupiah selama sepekan, Minggu (5/4/2020):
1. Perkembangan Rupiah
BI menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
Pada pagi hari Jumat, 3 April 2020:
1. Rupiah dibuka menguat di level di Rp16.450.
2. Yield SBN 10 tahun naik ke 8,08%.
2. Aliran Modal Asing Aliran Modal Asing (Minggu I April 2020)
1. Premi Currency Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke 235,64 bps per 2 April 2020 dari
200,11 bps per 27 Maret 2020 dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi global seiring berlanjutnya penyebaran kasus Covid-19
2. Berdasarkan data transaksi 30 Maret – 2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp3,28 triliun dengan net beli di pasar SBN sebesar Rp4,09 triliun, sementara net jual di pasar saham sebesar Rp0,82 triliun.
3. Berdasarkan data setelmen 30 Maret – 2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net beli Rp0,77 triliun. Selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat net jual Rp143,99 triliun.
3. Upaya BI Jaga stabilitas Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa skenario tersebut pastinya tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya komitmen koordinasi yang erat dari Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia menyatakan tingkat Rupiah saat ini sudah memadai, sebagai gubernur BI saya menyatakan rupiah saat ini sudah memadai," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (1/4/2020)."
4. Rp17.000 BUkan Proyeksi tapi Skenario Terburuk
Bank Indonesia (BI) menjelaskan maksud nilai tukar Rupiah Rp17.000 per USD hingga Rp20.000. Menurut BI, angka nilai tukar tersebut bukanlah proyeksi, melainkan skenario terburuk bila pandemik Covid-19 berlangsung lama.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam konferensi KSSK kemarin, disebutkan bahwa nilai tukar Rp17.000 dalam kondisi berat dan Rp20.000 sangat berat. Namun, kata Perry, perlu ditegaskan bahwa itu worst if scenario bukan suatu proyeksi.
"Itu worst if scenario bukan proyeksi. Bahwa nilai tukar Rupiah memadai dan koordinasi sangat erat bakal cenerung menguat di Rp15.000 di akhir tahun," ujarnya, dalam telekonferensi, Kamis (2/4/2020).
5. Repons Positif Rupiah
Nilai tukar Rupiah berangsur membaik. Padahal, beberapa waktu lalu, Rupiah nyaris menyentuh level Rp17.000 per USD. Pelaku pasar tampaknya mulai kembali ke Indonesia. Langkah pemerintah merespons ancaman virus corona ke perekonomian dinilai sudah tepat.
"Saya kira kepercayaan pelaku pasar domestik dan asing sudah membaik pasca press conference KKSK beberapa hari yang lalu," kata Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.