nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Efek Work from Home, Jumlah Penyewa Kantor Mulai Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 08:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 09 470 2196885 efek-work-from-home-jumlah-penyewa-kantor-mulai-turun-t5QPW0j1Oa.jpg perkantoran (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona mulai mempengaruhi bisnis perkantoran. Akibat pandemi virus corona ini beberapa penyewa kantor mulai berfikir untuk menyewa ruang kantor baru.

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, jumlah penyewa kantor kini mulai turun menyusul adanya virus corona. Apalagi, pemerintah juga sudah menghimbau kepada seluruh perusahaan agar karyawannya bisa bekerja dari rumah.

 Baca juga: Minat Perusahaan TI Sewa Kantor di Jakarta Diproyeksi Terus Tumbuh

Ferry menambahkan, para penyewa tenan juga kini mulai menunggu untuk melakukan relokasi ataupun ekspansi. Padahal biasanya, para perusahaan ini suduah melakukan survey untuk melakukan relokasi dan ekspansi kantor baru ke gedung-gedung perkantoran.

"Kalau dari aktivitas sewa menyewa ada sediikit perlambatan. Terutama dalam proses sewa menyewa. Jadi kalau di kantor kita sudah mulai keliatan orang enggak ada lagi site visit sewa unit," ujarnya dalam laporannya, Jumat (10/4/2020).

 Baca juga: Perusahaan TI Sesaki Ruang Perkantoran Premium

Menurut Ferry, saat ini para penyewa banhkan sudah meminta opsi keringanan tarif sewa. Permintaan keringanan uang sewa ini khususnya diajukan oleh para penyewa co-working space imbas dari adanya kebijakan Work From Home (WFH).

"Salah satu yang terkena dampaknya adalah operator co-working space yang anggotanya mulai mengajukan keringanan sewa dengan adanya kebijakan WFH," kata Ferry

Adapun menurut data Colliers pada kuartal I-2020, tingkat hunian ruang kantor di daerah central business district (CBD) Jakarta tercatat berada pada 83%, dengan tingkat pasokan tahunan pada 2020 diperkirakan berada di atas 250.000 meter persegi. Sementara, di luar CBD, tingkat okupansi ruang perkantoran berada pada 84% dengan tingkat pasokan tahunan 2020 diperkirakan mencapai 210.000 meter persegi.

Colliers Indonesia memprediksi tingkat hunian ruang perkantoran di kawasan CBD hingga kuartal IV-2020 akan naik tipis menjadi 84%. Sementara, tingkat hunian ruang kantor di luar CBD pada kuartal IV-2020 turun cukup dalam menjadi 80%.

Meskipun begitu, tarif sewa kantor pada kuartal pertama ini tidak terlalu mengalami banyak tekanan. Berdasarkan data Colliers, tarif sewa kantor pada kartal pertama pertama dikisaran Rp250.000 per meter persegi untuk CBD dan Rp200.000 per meter persegi setiap bulannya.

"Tarif sewa kita bisa lihat rental secara asking price tidak terlalu babyak tekanan. Pada tahap negosisasi presentasenya akan lebih dalam lagi," kata Ferry.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini