Banyak negara menerapkan larangan keluar rumah agar orang tidak pergi sekolah atau bekerja, atau berbelanja yang tidak penting, dengan harapan mencegah penularan baru. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Sabtu (11/4/2020).
Amerika sejauh ini mencatat kasus terbanyak di dunia, sekitar 430.000. Kluster terbesar adalah di negara bagian New York. Gubernur New York Andrew Cuomo memuji upaya tinggal di rumah berhasil dan menekankan, "Kita tidak bisa berhenti sekarang."
Lebih dari 6.000 orang meninggal di New York akibat COVID-19. Negara bagian itu melaporkan rekor tertinggi 779 kematian pada Rabu.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.