Baca Juga: Gara-Gara Covid-19, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bisa Tembus Rp853 Triliun
"Penerimaan negara akan mengalami tekanan ke bawah. Kita memperkirakan sekitara 10% kontraksi penerimaan negara, karena kita memberi berbagai insentif perpajakan dan adanya perlambatan ekonomi," ucapnya.
Dari sisi belanja, kata Sri Mulyani, diperkirakan akan naik 3%, namun akan dijaga melalui berbagai langkah refocusing dan penyisiran anggaran serta penyesuaian anggaran.
"Defisit kita diperkirakan akan meningkat sekitar 5%," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)